Pengertian, Ciri, dan Contoh Teks Hikayat yang Populer di Masyarakat

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hikayat merupakan salah satu karya sastra lama yang berasal dari Melayu. Seperti karya sastra lama lainnya, hikayat layaknya dongeng, yakni prosafiktif atau tidak terjadi dan melukiskan sindiran atau pesan yang syarat akan nilai kehidupan. Untuk mengetahui secara lengkap, berikut pengertian, ciri, dan contoh teks hikayat yang populer di masyarakat.
Pengertian Teks Hikayat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.
Sedangkan menurut para ahli seperti Hamzah A, hikayat adalah prosa fiksi lama yang menceritakan kehidupan istana atau raja serta dihiasi oleh kejadian yang sakti dan ajaib. Supratman menjelaskan definisi hikayat merupakan salah satu bentuk sastra karya prosa lama yang isinya berupa cerita, kisah, dongeng maupun sejarah, umumnya mengisahkan tentang kepahlawanan seseorang, lengkap dengan keanehan, kekuatan/kesaktian, dan mukjizat sang tokoh utama.
Ciri-Ciri Teks Hikayat
Mengutip buku CCM Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA dan MA Rangkuman Bahasa Indonesia SMA MA SBMPTN oleh Tomi Rianto (2019:31), ciri-ciri dari teks hikayat yakni:
Hikayat menggunakan bahasa Melayu lama.
Istanasentris, artinya pusat ceritanya berada di dalam lingkungan istana.
Pralogis, artinya banyak cerita di dalam hikayat tidak dapat diterima oleh akal.
Statis, artinya bersifat kaku dan tetap.
Anonim, artinya tidak jelas siapa yang mengarang hikayat tersebut.
Hikayat menggunakan kata arkhais, yakni kata-kata yang saat ini sudah tidak lazim digunakan, seperti syahdan dan sebermula.
Struktur Teks Hikayat
Struktur teks merupakan struktur pembangun teks sehingga bagian-bagian teks saling berhubungan dalam mendukung kekuatan cerita. Adapun struktur teks hikayat yakni:
Permulaan, merupakan bagian pembukaan yang menjelaskan dasar permulaan konflik atau memperkenalkan latar dan penokohan.
Tikaian, merupakan bagian yang memunculkan konflik-konflik yang dialami oleh tokoh. Konflik dapat berupa konflik batin, konflik fisik, maupun konflik sosial
Cawatan, merupakan bagian perumitan, yakni ketika konflik-konflik yang dialami tokoh semakin kompleks dan rumit.
Puncak ketegangan (klimaks) merupakan bagian saat konflik yang terjadi telah memuncak.
Leraian, merupakan bagian ketika konflik mulai mereda atau mengendur.
Penyelesaian, merupakan bagian ketika cerita telah diakhiri oleh pengarang.
Contoh Teks Hikayat Populer
Hakikat Bayan Budiman
Khojan Mubarok merupakan saudagar dari kerajaan Ajam. Dia tidak mempunyai anak, dia selalu berdoa kepada Tuhan. Tak beberapa lama kemudian akhirnya istrinya hamil dan melahirkan seorang anak yang laki-laki dan diberi nama Khojan Maimun.
Khojan Maimun sudah berumur lima tahun, Khojan Mubarok menyuruh seorang guru mengaji untuk mengajarkan anaknya mengaji. Dan ketika Khojan Maimun yang semakin beranjak remaja, waktu itu Khojan Maimun masih berumur lima belas tahun, dia dinikahkan dengan anak dari seorang saudagar kaya raya yang sangat cantik bernama Bibi Zainab.
Selang berapa lama setelah menikah dengan Bibi Zainab, dia pun membeli seekor Burung Bayan jantan. Selain Khojan Maimun membeli Burung Bayan, dia juga membeli Burung Tiung betina. Kedua burung tersebut akhirnya dibawanya pulang ke rumah dan kemudian di taruh pada sebuah sangkar yang sama.
Hingga suatu hari kemudian, Khojan Maimun akhirnya tertarik untuk pergi bekerja berdagang di laut, lalu Khojan Maimun kemudian meminta izin kepada istrinya. Sebelum Khojan Maimun itu pergi untuk berdagang ke laut, Khojan Maimun berpesan kepada istrinya apabila ada suatu permasalahan maka harus bermusyawarahlah dengan kedua burung itu, ingatlah itu karena fitnah akan lebih tajam daripada senjata.
Selang beberapa lama dia ditinggal suaminya, ada seorang anak Raja yang sedang berkuda melihat kecantikan dari wajah dari Bibi Zainab yang sangat cantik dan rupawan. Sehingga mereka berdua akhirnya saling jatuh cinta dan mereka bertemu dengan dibantu oleh seorang perempuan yang sudah tua. Pada suatu malam, Bibi Zainab tiba-tiba segera bergegas untuk berpamitan kepada Burung Tiung untuk bertemu dengan Pangeran, tetapi Burung Tiung tersebut menasehati Bibi Zainab karena perbuatannya itu telah melanggar aturan Allah SWT. Mendengar nasehat dari Burung Tiung, Bibi Zainab Pun akhirnya marah dan lemparkanlah sangkar itu sampai Burung Tiung mati.
Ketika Bibi Zainab hendak pergi, dia melihat Burung Bayan yang sedang berpura-pura tertidur. Burung Bayan berpura-pura terkejut karena Burung Bayan mendengar keinginan dari Bibi Zainab yang hendak pergi untuk menemui anak Raja. Maka Bayi Pun akhirnya berpikir, apabila dia menjawab seperti yang dikatakan Tiung maka dia pun akan ikut mati. Setelah lama berpikir, Bayan berkata kepada Bibi Zainab yang cantik, untuk cepat pergi menemui anak Raja tersebut. Apapun yang lakukan itu baik atau buruk sekalipun, akan menanggungnya.
Itulah penjelaasan singkat tentang pengertian, ciri dan contoh teks hikayat yang populer di tengah masyarakat. Meskipun kepopulerannya sudah tidak seperti dahulu, namun orang tua dapat menceritakan kepada anak, terutama sebelum tidur untuk menambah pengetahuan dan mengambil nilai-nilai kehidupan di dalamnya.(MZM)
