Pengertian Cloud Sleeding dan Dampaknya Bagi Lingkungan

Berita Terkini
Penulis kumparan
Konten dari Pengguna
23 April 2024 17:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Cloud Sleeding adalah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Pero
zoom-in-whitePerbesar
Cloud Sleeding adalah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Pero
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pengertian Cloud seeding adalah suatu bentuk modifikasi cuaca dengan cara mengubah jumlah atau jenis presipitasi yang turun dari awan. Teknik ini melibatkan penyemprotan bahan kimia.
ADVERTISEMENT
Misalnya natrium klorida atau iodida perak, ke dalam awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Konsep dasar di balik cloud seeding adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan titik-titik embun dalam awan untuk berkumpul dan membentuk tetes air lebih besar.

Pengertian Cloud Sleeding beserta Dampaknya

Cloud Sleeding adalah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Vladimir
Dikutip dari buku Physics and Dynamics of Clouds and Precipitation, Pao (2013: 427), cloud seeding adalah suatu teknik yang digunakan untuk memanipulasi awan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi hujan. Cloud seeding dilakukan dengan dua metode utama.
Pertama melalui metode pembakaran. Metode ini melibatkan pesawat yang membawa bahan kimia ke dalam awan. Bahan kimia tersebut kemudian ditembakkan ke dalam awan dengan menggunakan roket atau dispenser khusus.
Kedua melalui metode penggunaan Ground-Based Generators. Metode ini melibatkan pembangkit awan yang ditempatkan di daratan. Generator ini menyemprotkan bahan kimia ke udara, dan angin membawanya ke dalam awan.
ADVERTISEMENT
Meskipun cloud seeding bertujuan untuk mengatasi masalah kekurangan air dengan meningkatkan jumlah hujan yang jatuh, teknik ini juga memiliki dampak lingkungan yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa dampak cloud seeding bagi lingkungan:

1. Perubahan Iklim Lokal

Cloud seeding dapat mengubah pola hujan dalam suatu wilayah, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi iklim lokal. Meskipun tujuannya adalah meningkatkan presipitasi, dampak jangka panjang dari perubahan pola hujan ini masih belum sepenuhnya dipahami.

2. Pencemaran Lingkungan

Penggunaan bahan kimia seperti natrium klorida atau iodida perak dalam proses cloud seeding dapat mencemari lingkungan jika tidak dilakukan dengan benar. Pencemaran udara dan air adalah dua dampak utama yang harus diperhatikan.

3. Dampak Kesehatan

Bahan kimia yang digunakan dalam cloud seeding juga dapat memiliki dampak kesehatan bagi manusia dan hewan jika terpapar dalam jumlah yang cukup besar.
ADVERTISEMENT

4. Ketergantungan yang Berlebihan

Penggunaan cloud seeding dapat menciptakan ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi untuk mengatasi masalah kekurangan air. Hal ini dapat mengurangi motivasi untuk mencari solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

5. Dampak Ekosistem

Perubahan pola hujan dan kualitas air dapat memiliki dampak yang signifikan pada ekosistem air tawar dan ekosistem terestrial yang terkait dengannya.
Cloud seeding adalah suatu bentuk modifikasi cuaca dengan cara mengubah jumlah atau jenis presipitasi yang turun dari awan. (Gin)