Pengertian, Contoh Batuan Beku, dan Jenis-jenisnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Batuan adalah materi yang menyusun permukaan Bumi. Terdapat beberapa jenis batuan seperti batuan beku, sedimen, dan malihan. Batuan beku dibagi lagi menjadi beberapa jenis, misalnya batuan beku dalam. Salah satu contoh batuan beku dalam adalah granit.
Jenis-jenis batuan beku dan contohnya penting untuk dipelajari. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui batuan apa saja yang membentuk permukaan Bumi.
Pengertian, Contoh Batuan Beku, dan Jenisnya
Mengutip dari Geografi SMA Kelas X, Hestiyanto (2007:59), batuan beku atau igneous rock merupakan batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Secara umum, batuan beku memiliki ciri-ciri homogen dan kompak, tidak mengandung fosil, dan tidak memiliki pelapisan.
Batuan beku dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu berdasarkan tempat pembekuannya dan mineral penyusunnya. Berikut adalah jenis dan contoh batuan beku.
1. Berdasarkan Tempat Pembekuannya
Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku dibagi menjadi tiga, yakni batuan beku dalam, batuan beku korok, dan batuan beku luar.
Batuan beku dalam: terbentuk jauh di bawah permukaan Bumi, yaitu di kedalaman sekitar 15-50 km. Tempat pembekuan batu ini dekat dengan astenofer, sehingga pendinginan magmanya sangat lambat dan menghasilkan batuan berukuran besar. Contohnya adalah granit.
Batuan beku korok: terbentuk di daerah korok atau celah Bumi sebelum magma mencapai permukaan Bumi. Karena pembekuan magmanya agak cepat, batuan yang dihasilkan memiliki kristal yang kurang sempurna. Contohnya adalah porfiri diorit.
Batuan beku luar: terbentuk di permukaan Bumi. Proses pendinginan magma berlangsung sangat cepat sehingga tidak menghasilkan kristal batuan. Contohnya adalah riolit dan basalt.
2. Berdasarkan Mineral Penyusun
Batuan beku berdasarkan mineral penyusunnya dibedakan menjadi batuan beku mineral ringan dan mineral berat.
Batuan beku mineral ringan: tersusun dari mineral-mineral ringan dan umumnya berwarna terang, mudah pecah, serta banyak mengandung silikat sehingga termasuk batuan bersifat asam. Contohnya adalah obsidian dan batu apung.
Batuan beku mineral berat: tersusun dari mineral-mineral berat serta biasanya berwarna gelap, sulit pecah, dan sedikit mengandung silikat sehingga termasuk batuan bersifat basa. Contoh batuan ini adalah batuan basalt dan gabro.
Baca juga: 3 Contoh Batuan Sedimen beserta Karakteristiknya
Penjelasan tentang contoh batuan beku, pengertian, dan jenis-jenisnya tersebut bisa dicermati untuk menambah pengetahuan dalam pelajaran Geografi. Semoga bermanfaat. (KRIS)
