Konten dari Pengguna

Pengertian dan Ciri-ciri Pawarta Bahasa Jawa 5W 1H

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Membaca Pawarta Bahasa Jawa. Sumber: Ono Kosuki/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Membaca Pawarta Bahasa Jawa. Sumber: Ono Kosuki/Pexels.com

Berikut adalah pengertian dan ciri-ciri pawarta bahasa Jawa 5W 1H yang dapat menambah pemahaman dalam belajar menulis berita. Jadi, pastikan kamu menyimaknya ulasan tentang pawarta bahasa Jawa 5W 1H ini sampai akhir, ya! Selamat belajar!

Pengertian Pawarta Bahasa Jawa 5W 1H

Pawarta merupakan sebutan berita dalam bahasa Jawa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian berita adalah keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Jadi, dapat dipahami bahwa ketika belajar tentang pawarta artinya kita belajar tentang berita.

Sebenarnya, dalam dunia jurnalistik, proses untuk membuat berita sangat panjang mulai dari riset hingga akhirnya menjadi naskah berita atau tayangan berita. Pada ulasan kali ini, kita akan mencoba untuk memahami dasar yang harus ada dalam sebuah berita atau pawarta, yakni 5W 1H.

  1. What = peristiwa apa yang terjadi?

  2. Who = siapa yang ada/terlibat/terdampak/dsb. dari peristiwa itu?

  3. When = kapan peristiwa itu terjadi?

  4. Where = di mana terjadinya peristiwa itu?

  5. Why = kenapa peristiwa itu bisa terjadi?

  6. How = bagaimana kronologi peristiwa tersebut?

Ilustrasi Mencari Informasi. Sumber: Werner Pfennig/Pexels.com

Ciri-ciri Pawarta yang Baik

Berdasarkan uraian tentang pawarta bahasa Jawa 5W 1H dapat dipahami bahwa sebuah berita (pawarta) yang baik adalah berita yang memuat unsur 5W 1H. Tentunya, unsur-unsur yang terdapat dalam 5W 1H itu harus berdasarkan fakta (faktual) dan kondisi terkini (aktual).

Menulis berita bukanlah menulis karangan. Berita dibaca karena headline-nya, penting bagi khalayak, dan khalayak ingin mendapatkan informasi. Oleh sebab itu, menulis pawarta pun harus mengikuti kaidah menulis berita yang baik dan benar. Eko Gunawan (2016: 45) dalam buku Bahasa Jawa Xa menjelaskan tentang skema piramida terbalik untuk menulis pawarta. Adapun bagian-bagian dari skema piramida terbalik, yaitu:

  1. Headline (judul berita)

  2. Date line (titimangsa)

  3. Lead (teras berita) = sangat penting

  4. Bridge(perangkai) = penting

  5. Body (tubuh berita) = cukup penting

  6. Leg (kaki berita) = kurang penting

Jadi, mulailah menulis pawarta dari bagian yang sangat penting agar pembaca dapat memahami pokok dari berita walaupun membaca secara selintas. Namun, bagian perangkai hingga kaki berita pun tetap harus diperhatikan karena khalayak berhak untuk mendapatkan informasi yang utuh dan sesuai fakta.

Selamat mencoba menulis pawarta bahasa Jawa 5W 1H! (AA)