Pengertian dan Ciri-ciri Pawarta Bahasa Jawa 5W 1H

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berikut adalah pengertian dan ciri-ciri pawarta bahasa Jawa 5W 1H yang dapat menambah pemahaman dalam belajar menulis berita. Jadi, pastikan kamu menyimaknya ulasan tentang pawarta bahasa Jawa 5W 1H ini sampai akhir, ya! Selamat belajar!
Pengertian Pawarta Bahasa Jawa 5W 1H
Pawarta merupakan sebutan berita dalam bahasa Jawa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian berita adalah keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Jadi, dapat dipahami bahwa ketika belajar tentang pawarta artinya kita belajar tentang berita.
Sebenarnya, dalam dunia jurnalistik, proses untuk membuat berita sangat panjang mulai dari riset hingga akhirnya menjadi naskah berita atau tayangan berita. Pada ulasan kali ini, kita akan mencoba untuk memahami dasar yang harus ada dalam sebuah berita atau pawarta, yakni 5W 1H.
What = peristiwa apa yang terjadi?
Who = siapa yang ada/terlibat/terdampak/dsb. dari peristiwa itu?
When = kapan peristiwa itu terjadi?
Where = di mana terjadinya peristiwa itu?
Why = kenapa peristiwa itu bisa terjadi?
How = bagaimana kronologi peristiwa tersebut?
Ciri-ciri Pawarta yang Baik
Berdasarkan uraian tentang pawarta bahasa Jawa 5W 1H dapat dipahami bahwa sebuah berita (pawarta) yang baik adalah berita yang memuat unsur 5W 1H. Tentunya, unsur-unsur yang terdapat dalam 5W 1H itu harus berdasarkan fakta (faktual) dan kondisi terkini (aktual).
Menulis berita bukanlah menulis karangan. Berita dibaca karena headline-nya, penting bagi khalayak, dan khalayak ingin mendapatkan informasi. Oleh sebab itu, menulis pawarta pun harus mengikuti kaidah menulis berita yang baik dan benar. Eko Gunawan (2016: 45) dalam buku Bahasa Jawa Xa menjelaskan tentang skema piramida terbalik untuk menulis pawarta. Adapun bagian-bagian dari skema piramida terbalik, yaitu:
Headline (judul berita)
Date line (titimangsa)
Lead (teras berita) = sangat penting
Bridge(perangkai) = penting
Body (tubuh berita) = cukup penting
Leg (kaki berita) = kurang penting
Jadi, mulailah menulis pawarta dari bagian yang sangat penting agar pembaca dapat memahami pokok dari berita walaupun membaca secara selintas. Namun, bagian perangkai hingga kaki berita pun tetap harus diperhatikan karena khalayak berhak untuk mendapatkan informasi yang utuh dan sesuai fakta.
Selamat mencoba menulis pawarta bahasa Jawa 5W 1H! (AA)
