Pengertian dan Contoh Akhlak Mahmudah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai seorang Muslim, kita harus memahami dan memiliki akhlak mahmudah. Akhlak mahmudah adalah akhlak terpuji. Sudah sewajarnya kita memiliki akhlak terpuji agar bisa hidup dengan tenang dan sebagai tanda ketaatan kepada Allah SWT. Apa saja contoh akhlak mahmudah?
Simak jawaban dan pengertian akhlak mahmudah dalam artikel berikut ini.
Pengertian dan Contoh Akhlak Mahmudah yang Harus Dipahami Umat Muslim
Dikutip dari buku Ilmu Akhlak oleh Amin (2022:1180), secara bahasa, akhlak mahmudah diartikan sebagai akhlak yang terpuji. Kata mahmudah adalah bentuk maf’ul dari kata hamida yang artinya adalah dipuji.
Akhlak mahmudah disebut juga dengan akhlaq al-karimah (akhlak mulia) atau al-akhlaq al-munjiyat (akhlak yang menyelamatkan pelakunya).
Secara terminologi, para ulama mengemukakan pendapat berbeda tentang pengertian akhlak mahmudah. Berikut ini pengertian akhlak mahmudah menurut para ulama:
Ibnu Qayyim: pangkal akhlak terpuji adalah ketundukan dan keinginan yang tinggi. Sifat-sifat terpuji berpangkal dari kedua hal tersebut.
Al-Ghazali: akhlak terpuji adalah sumber ketaatan dan kedekatan kepada Allah SWT, jadi mempelajari dan mengamalkan akhlak terpuji adalah kewajiban bagi setiap Muslim.
Abu Dawud As-Sijistani: akhlak terpuji merupakan segala perbuatan yang disenangi dan akhlak tercela adalah semua perbuatan yang harus dihindari.
Baca juga: Pengertian dan Asal Kata Akhlak sebagai Perbuatan Manusia
Terdapat beberapa contoh akhlak mahmudah dalam Islam sebagai berikut:
1. Akhlak mahmudah kepada Allah SWT
Yang termasuk akhlak mahmudah kepada Allah SWT adalah:
Takut kepada Allah, maksudnya adalah takut kepada siksaan-Nya jika berani melanggar perintah-Nya.
Selalu bersyukur dengan semua yang dimiliki dan meningkatkan amal shaleh demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ikhlas atas apa yang diperbuat baik dalam hal ibadah, beramal, dan sebagainya. Niat ikhlas akan menjauhkan diri dari riya.
2. Akhlak mahmudah kepada sesama
Akhlak mahmudah juga harus diterapkan ke sesama manusia. Berikut ini contohnya:
Tidak berbohong. Jadilah orang yang selalu berkata jujur atau tidak berbohong.
Selalu bersangka baik atau husnuzan kepada sesama manusia juga termasuk akhlak terpuji yang harus diterapkan. Dengan begitu, kita akan selalu diridhai oleh Allah SWT dan hidup dengan tenang.
Saling menjaga hubungan baik dengan sesama seperti saling membantu dengan tetangga, saling memberi, dan sebagainya.
3. Akhlak mahmudah kepada diri sendiri
Akhlak mahmudah juga harus diterapkan ke diri sendiri. Contohnya adalah:
Selalu berdoa dan sabar dengan ketentuan Allah SWT.
Selalu menjaga kesucian dan kehormatan diri sendiri.
Bersikap rendah hati.
Sekian ulasan mengenai pengertian dan contoh akhlak mahmudah untuk Muslim. Pastikan untuk memahami dan menerapkan contoh-contoh akhlak mahmudah yang sudah diberikan. (KRIS)
