Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Cerita Jenaka

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian dan Contoh Cerita Jenaka (Foto: Ben White | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian dan Contoh Cerita Jenaka (Foto: Ben White | Unsplash.com)

Membaca buku cerita adalah salah satu kegiatan yang disukai oleh anak-anak. Banyak sekali buku cerita dengan berbagai tema, seperti kisah pahlawan, dongeng, cerita jenaka, dan sebagainya. Apa saja contoh cerita jenaka?

Banyak anak-anak yang menggemari cerita jenaka. Mereka bisa sangat terhibur ketika membacanya. Hal ini bagus sekali, karena bisa menumbuhkan minat baca pada anak-anak. Nah, para orang tua bisa mencarikan berbagai cerita jenaka untuk menambah bahan bacaan anak. Simak contoh cerita jenaka dalam artikel ini.

Baca juga: Cerita Dongeng Si Kancil yang Mencuri Mentimun

Ulasan dan Contoh Cerita Jenaka

Ilustrasi Ulasan dan Contoh Cerita Jenaka (Foto: Josh Applegate | Unsplash.com)

Apa yang dimaksud dengan cerita jenaka? Liaw dalam buku Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik (2011) menjelaskan bahwa cerita jenaka adalah jenis cerita yang menceritakan tentang tokoh yang lucu, menggelikan, atau licik.

Cerita jenaka tercipta karena manusia yang gemar melebih-lebihkan sesuatu. Misalnya saja untuk menceritakan kebodohan manusia dibuatlah cerita Pak Pandir, yang tokohnya ini bodoh sekali. Lalu untuk menceritakan kemujuran manusia, dibuatlah tokoh yang sangat mujur seperti Pak Belalang.

Selain cerita Pak Pandir dan Pak Belalang, masih banyak lagi cerita-cerita jenaka seperti Abu Nawas, Si Kabayan. Berikut ini sepenggal kisah Si Kabayan yang dikutip dari Koleksi Terbaik 100 Plus Dongeng Rakyat Nusantara karya Komandoko (2013):

Tersebutlah seorang lelaki di tanah Pasundan pada masa lampau. Si Kabayan namanya. Ia lelaki yang pemalas lagi bodoh. Banyak akal pula dirinya, meski akalnya itu kerap digunakannya untuk mendukung kemalasannya.

Si Kabayan telah beristri. Nyi Iteung nama istrinya.

Pada suatu hari Si Kabayan disuruh mertuanya untuk mengambil siput-siput sawah. Si Kabayan melakukannya dengan malas-malasan. Setibanya di sawah, ia tidak segera mengambil siput yang banyak terdapat di sawah, melainkan duduk di pematang sawah.

Lama ditunggu tidak kembali, mertua Si Kabayan pun menyusul ke sawah. Terkejutlah ia mendapati Si Kabayan hanya duduk di pematang sawah. “Kabayan! Apa yang engkau lakukan? Mengapa engkau tidak turun ke sawah dan mengambil siput?”

“Bapak, aku takut turun ke sawah karena sawah ini sangat dalam. Lihatlah, Pak, begitu dalamnya sawah ini langit saja terlihat di dalamnya,” jawab Si Kabayan.

Mertuanya pun kesal. Didorongnya Si Kabayan hingga ia terjatuh ke sawah. Si Kabayan hanya tersenyum sendiri seolah tidak bersalah, “Ternyata sawah ini dangkal ya, Pak?”, katanya dengan senyum menyebalkan. Ia lalu mengambil siput-siput sawah.

Nah, itulah ulasan contoh cerita jenaka serta sedikit kisah Si Kabayan. Orang tua sebaiknya membaca terlebih dahulu cerita yang akan diberikan untuk anak agar bisa mengetahui apakah cerita tersebut sesuai dengan usia anak atau tidak.

Membaca adalah kegiatan yang sangat bagus, tetapi bahan bacaan harus disesuaikan dengan usia pembacanya. (KRIS)