Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Imitasi dalam Perilaku Individu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian dan Contoh Imitasi dalam Perilaku Individu (Foto: Tara Winstead | Pexels.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian dan Contoh Imitasi dalam Perilaku Individu (Foto: Tara Winstead | Pexels.com)

Apa pengertian imitasi dalam perilaku individu? Manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup tanpa adanya interaksi sosial dengan manusia lainnya. Proses interaksi sosial didasarkan atas berbagai faktor seperti imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Lantas, apakah yang dimaksud imitasi?

Secara sederhana imitasi bisa diartikan sebagai tiruan. Bagaimana contoh imitasi dalam perilaku individu? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Pengertian Imitasi

Ilustrasi Pengertian Imitasi (Foto: Ismael Sánchez | Pexels.com)

Sebelum membahas pengertian imitasi, sebaiknya membahas interaksi sosial terlebih dahulu. Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam oleh Ruhimat, dkk (2006), interaksi sosial adalah bentuk umum dari proses sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang bersifat dinamis. Contohnya adalah dua orang yang bertemu, berbincang-bincang, mengemukakan pendapat, lalu ternyata memiliki pendapat yang berbeda, itulah saat dimulainya interaksi sosial.

Seperti yang tertulis di atas, proses interaksi sosial didasarkan atas berbagai faktor yang berbeda. Salah satunya adalah imitasi. Imitasi adalah proses menirukan tindakan, nilai, norma, atau ilmu pengetahuan orang lain atau kelompok. Imitasi tidak terjadi begitu saja, perlu ada sikap menerima dan mengagumi akan apa yang diimitasi.

Imitasi bisa dikatakan sebagai perilaku yang dihasilkan oleh individu dengan mencontoh atau meniru individu lain dalam melakukan sesuatu, baik sikap, penampilan, atau gaya hidup. Perilaku imitasi ini mudah dilihat pada lingkungan keluarga, yaitu pada anak. Anak biasanya akan mengimitasi atau meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Contoh Imitasi

Imitasi ternyata bisa menimbulkan efek positif dan negatif. Berikut ini beberapa contoh imitasi positif dan negatif:

Positif. Hal ini bisa terjadi jika dapat mendorong orang atau kelompok untuk mematuhi norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku. Contoh:

  • meniru gaya menyanyi dari penyanyi lain;

  • meniru gaya berpakaian artis atau orang yang diidolakan;

  • meniru pola hidup sehat dari negara atau masyarakat lain;

  • meniru pembangunan tata kota dari negara lain;

  • meniru taktik permainan olahraga (sepak bola, bola basket) dari klub-klub yang terkenal.

Negatif. Hal ini bisa terjadi jika dapat mendorong orang atau kelompok untuk menentang norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku. Contoh:

  • meniru gaya berpakaian yang tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku;

  • kebiasaan kebut-kebutan di jalan yang akan mengakibatkan terganggunya kenyamanan pengguna jalan yang lain;

  • meniru kebiasaan minum minuman beralkohol dan menganut pergaulan bebas;

  • menggunakan ponsel ketika sedang belajar di kelas;

  • kebiasaan merokok di ruangan yang ber-AC.

Sekian penjelasan mengenai pengertian dan contoh imitasi. Boleh saja meniru orang atau negara lain, asalkan yang sesuai dengan norma atau kaidah yang berlaku di sini. (KRIS)