Pengertian dan Contoh Kecap Rajekan Dwimurni dalam Bahasa Sunda

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bahasa Sunda, dikenal adanya konsep bahasan kecap rajekan. Secara sederhana, kecap rajekan bisa diartikan sebagai kata ulang atau kata yang disebut dua kali (ada juga yang tiga kali), baik sebagian suku katanya maupun seluruh bentuk dasarnya. Kecap rajekan dwimurni adalah pengulangan kata dasar dalam pengucapan. Kali ini akan dibahas mengenai beberapa contoh kecap rajekan dwimurni.
Baca Juga: Contoh Carpon Bahasa Sunda beserta Terjemahannya
Pengertian dan Contoh Kecap Rajekan Dwimurni dalam Kebudayaan Sunda
Sebelum melihat beberapa kata yang merupakan contoh kecap rajekan dwimurni dalam bahasa Sunda, sebaiknya kamu memahami dulu pengertian kecap rajekan tersebut.
Mengutip dari buku Sistem Dan Struktur Bahasa Sunda, Robert Henry Robins, 1983, pengertian kecap rajekan secara umum diartikan sebagai kata ulang, bisa dalam dua atau tiga kali.
Pengulangan dalam bahasa memang merupakan hal yang wajar sebagai bentuk proses mofermis yang bukan hanya digunakan pada bahasa Sunda, namun banyak bahasa lainnya di seluruh dunia. Tujuan adanya pengulangan ini adalah untuk menurunkan bentuk baru atau turunan dari sebuah kata.
Dalam bahasa Sunda, pengulangan disebut rajekan. Sementara, kaya ulang dikenal dengan sebutan kecap rajekan. Kecap rajekan yang mengulang dua kali disebut dengan rajekan dwilingga. Kecap rajekan dwilingga ini masih terbagi lagi menjadi dua macam, yaitu:
Kecap rajekan dwimurni, yang merupakan kecap rajekan dengan mengulang kata dasanya dengan tidak mengubah suara suku katanya, baik tanpa imbuhan maupun dengan imbuhan.
Kecap rajekan dwireka, merupakan kecap rajekan yang melakukan pengulangan kata dasranya dengan merubah suara suku katanya.
Contoh Kecap Rajekan Dwimurni
Contoh kecap rajekan dwimurni bisa digunakan untuk berbagai pembentukan kata, baik kata benda maupun kata sifat. Mulai dari pembentukan kata yang menunjukkan jumlah, sifat suatu benda, rupa suatu benda, melakukan pekerjaan, menunjukkan sifat masing-masing, sampai dengan kepemilikan benda.
Berikut beberapa kata yang merupakan bentuk contoh kecap rajekan dwimurni, yaitu:
Muga-muga = semoga
Motor-motor - motor dalam jumlah lebih dari satu
Lila-lila = lama=lama
Lembur-lembur = kampung-kampung
Imah-imah = rumah-rumah
Geulis-geulis = cantik-cantik
Indit-inditan = bepergian
Ajol-ajolan = melompat-lompat secara mendadak dalam durasi waktu tertentu
Hiji-hiji = satu satu
Isuk-isuk = pagi=pagi
Itu tadi beberapa ontoh kecap rajekan dwimurni beserta dengan pengertiannya dalam bahasa Sunda. Semoga bisa memperkaya wawasan kamu. (DNR)
