Pengertian dan Contoh Perilaku Tabligh dalam Kehidupan Bermasyarakat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap umat Islam, Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam memiliki banyak hal yang dapat diteladani. Salah satu sifat Rasulullah yang dapat diteladi adalah sifat tabligh. Berikut pengertian dan contoh perilaku tabligh dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengertian dan Contoh Perilaku Tabligh
Mengutuip buku berjudul Strategi Dakwah Menurut Al-Qur’an karangan Abu Ali Ammar Hussein dan Fulki Ainur Rafi (2021: 2) tabligh memiliki arti menyampaikan Al-Islam kepada seluruh manusia, baik lisan, tulisan maupun isyarat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyampaikan kebenaran, kabar gembira dan larangan kepada manusia. Perintah tersebut temaktub dalam Surat Al Maidah ayat 67 yang artinya,
Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir"
Sebagai umat Islam, kita memiliki kewajiban untuk memiliki menyampaikan kepada orang lain, baik itu tentang kebenaran maupun nasehat. Seperti firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 104 yang artinya,
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Selain itu, khalifah Ali bin Abi Thalib memberikan pesan umat Islam untuk memiliki sifat tablgh,
"Ajaklah manusia berbicara dengan sesuatu yang mereka pahami dan tinggalkan apa yang (tidak mereka mengerti). Apakah kamu ingin Allah dan Rasul-nya didustakan?"
Adapun contoh perilaku tabligh dalam kehidupan bermasyarakat antara lain.
Menyampaikan pesan yang didapatkan kepada orang yang berhak menerima sama persis, tidak menambah dan tidak mengurangi dengan orang yang menyampaikan.
Menyampaikan nasihat satu sama lain agar berperilaku semakin baik.
Menyampakain akan kesalahan seseorang dengan halus dan tidak menyinggung.
Memberi tahu tentang kewajiban kepada seseorang dalam lingkungan agar saling tercipta masyarakat yang harmonis.
Sifat tabligh yang dimiliki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat dijadikan sebagai pembelajaran, terutama dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta lingungan yang harmonis dan saling mendukung satu sama lain. (MZM)
