Pengertian dan Contoh Tembung Kriya dalam Bahasa Jawa

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian tembung kriya yaiku tembung kang nyatakaken solah bawa, tingkah laku, utawa tumandang gawe, lan ngayahi pagawean (kata kerja adalah kata yang menggambarkan suatu tindakan, perilaku, atau tindakan, dan untuk melakukan pekerjaan). Tembung kriya merupakan salah satu materi pembelajaran bahasa jawa di sekolah. Materi pembelajaran bahasa Jawa secara garis besar ada dua macam, yaitu materi pembelajaran bahasa Jawa dan pembelajaran sastra Jawa.
Bahasa Jawa adalah bahasa daerah terbesar di antara 672 bahasa daerah yang ada di Indonesia. Adapun penutur bahasa Jawa merupakan penutur terbanyak, yaitu 60 juta jiwa lebih berdasarkan data sensus Buri Pusat Statistik pada tahun 1990. Di beberapa sekolah, pembelajaran bahasa Jawa diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk menambah pengetahuan tentang landasan, hakikat, dan penerapan bahasa Jawa. Selain itu, pembelajaran bahasa Jawa juga diharapkan dapat meningkatkan penggunaan bahasa Jawa di kehidupan sehari-hari siswa.
Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai tembung kriya yaiku salah satu jenis tembung (kata) dalam bahasa Jawa.
Macam dan Jenis Tembung dalam bahasa Jawa
Dalam bahasa Indonesia, tembung memiliki arti berupa kata. Dikutip dari buku Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar yang ditulis oleh Endang Sri Maruti (2016: 106), tembung dapat dibagi menjadi 10 macam, yaitu:
Tembung aran (kata benda). Contoh: meja, kursi, dan sepeda
Tembung kriya (kata kerja). Contoh: mangan, ngombe, maca. Dikutip dari buku Baboning Pepak Basa Jawa, tembung kriya yaiku tembung kang nyatakaken bawa, tingkah laku, utawa tumandang gawe, lan ngayahi pagawean (tembung kriya sama dengan kata kerja, yaitu kata yang digunakan untuk menunjukan aktivitas seseorang).
Tembung sesulih (kata ganti). Contoh: aku, kowe, ibu, ku, mu
Tembung wilangan (kata bilangan). Contoh: siji, loro, telu.
Tembung sipat/kaanan (kata sifat). Contoh: apik, elek, bagus.
Tembung katrangan (kata keterangan). Contoh: nduwur, ngisor, wetan, kulon.
Tembung panguwuh (kata seru). Contoh: wah, aduh, ah.
Tembung sandhangan (kata sandang). Contoh: sang, hyang, raden.
Tembung panyambung (kata sambung). Contoh: sarta, lan, mulane.
Tembung ancer-ancer (kata depan). Contoh: ing, mung, sing.
Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
