Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Wawangsalan dalam Bahasa Sunda

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unsplash.com - Pengertian dan contoh wawangsalan
zoom-in-whitePerbesar
Unsplash.com - Pengertian dan contoh wawangsalan

Dalam budaya Sunda, ada yang disebut dengan wawangsalan atau sisindiran atau pantun dalam bahasa Sunda yang sampai saat ini pun masih banyak digunakan oleh masyarakat di sana.

Sebenarnya, sisindiran bukan hanya terdiri dari wawangsalan, melainkan ada tiga jenis jika dilihat dari strukturnya. Tiga jenis sisindiran tersebut adalah paparikan, rarakitan, dan wawangsalan.

Pengertian Wawangsalan

Wawangsalan merupakan salah satu bentuk sisindiran yang dibangun oleh sindir dan isi. Sindir dibangun oleh cangkang (kulit/ sampir) dan wangsal. Wangsal artinya hal yang disembunyikan. Maka untuk mengetahui wangsal harus dicari di bagian isi. Wangsal biasanya memiliki kesamaan suara dengan salah satu kata pada baris isi.

Wawangsalan terdiri atas dua baris (padalisan) atau dua kalimat. Baris pertama sindir atau bisa juga disebut doal, sedangkan baris kedua isi yang terdapat petunjuk mengarah ke jawabannya. Masing-masing baris dibangun oleh delapan suku kata (engang).

Sisindiran jenis ini sekilas memang terlihat seperti tatarucingan atau tebak-tebakan. Wangsal dari teka-teki baris pertama harus ditemukan dalam paris kedua. Yang dijadikan wangsalna tidak disebutkan secara langsung, tetapi disembunyikan dalam kata yang murwakanti (sama bunyi suku katanya). Contohnya, motor disembunyikan dalam kata kotor.

Pixabay.com

Contoh Wawangsalan

Berikut adalah beberapa contoh wawangsalan dalam bahasa Sunda:

1. Monyét hideung sisi leuweung

Susah nu taya tungtungna

Artinya: lutung

2. Abdi mah caruluk Arab

Henteu tarima téh teuing

Artinya: Kurma

3. Alun-alun paleuweungan

gagal temen mun teu jadi

ArtinyaL Tegal

4. Anak munding masih nyusu

aduh endén buah ati

Artinya: Eneng

5. Maung tutul saba kasur

diri teu ngareunah cicing

Artinya: ucing (kucing)

Melansir dari penjelasan di buku Sisindiran Jeung Wawangsalan Anyar, Dedy Windyagiri, 2011, dari penjelasan mengenai pengertian dan contoh di atas, maka bisa disimpulkan patokan wawangsalan adalah sebagai berikut:

  • Jumlah padalisan (baris) dalam satu pada (bait) terdiri atas dua baris.

  • Masing-masing padalisan dibangun oleh delapan engang (suku kata).

  • Baris pertama merupakan sindir atau kulit. Baris kedua berupa isi.

  • Wangsalna harus ditebak dari baris pertama. Jawabannya ada pada baris isi yang disembunyikan dalam kata yang murwakanti dengan wangsal.

Nah, sekarang bagaimana kalau kamu coba membuat wawangsalan dalam bahasa Sunda? (DNR)