Konten dari Pengguna

Pengertian dan Faktor Pendukung Fertilitas pada Seorang Perempuan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa itu fertilitas. Foto: Pexels/Cottonbro Studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu fertilitas. Foto: Pexels/Cottonbro Studio

Memiliki anak adalah impian pasangan suami istri. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang membuat impian tersebut tidak dapat didapatkan dengan mudah mengikuti fertilitas pasangan. sebenarnya apa itu fertilitas dan apa saja faktor yang mendukungnya?

Baca Juga: Contoh Soal CBR atau Angka Kelahiran Kasar

Pengertian Fertilitas pada Seorang Perempuan

Ilustrasi fertilitas pada seorang perempuan. Foto: Pexels/Andre Furtado

Dikutip dari jurnal Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas di Indonesia oleh A. Mahendra (2017: 225), fertilitas adalah istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang perempuan atau kelompok perempuan. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup.

Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk. Istilah fertilitas adalah sama dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu terlepasnya bayi dari rahim seorang perempuan dengan ada tanda-tanda kehidupan; misalnya berteriak, bernafas, jantung berdenyut, dan sebagainya.

Faktor-faktor Fertilitas

Berdasarkan Teori Davis dan Blake dalam The Social Science Enscyclopedia oleh Adam Kuper (1996), terdapat 11 variabel yang mempengaruhi fertilitas, yakni:

Faktor yang mempengaruhi kemungkinan hubungan kelamin (intercourse variables).

1. Faktor yang mengatur dan meniadakan hubungan kelamin

  • Umur mulainya hubungan kelamin adalah umur terjadinya hubungan kelamin antara individu pria dan perempuan yang terikat dalam suatu lembaga perkawinan dengan berbagi ketentuan mengenai hak dan kewajiban dari masing-masing individu.

  • Selibat permanen, yaitu perempuan yang tidak pernah melakukan hubungan kelamin misalnya perempuan yang tidak ingin menikah sehingga tidak terjadi hubungan seksual.

  • Lamanya masa reproduksi sesudah atau di antara masa hubungan kelamin yaitu bila pasangan suami-istri bercerai atau salah satunya meninggal dunia sehingga tidak terjadi hubungan seksual yang dapat menyebabkan fertilitas.

2. Faktor yang mengatur kemungkinan terjadinya hubungan kelamin

  • Abstinensia sukarela (pasangan suami istri bersedia tidak melakukan hubungan kelamin misal dalam keadaan masa berpuasa dan menstruasi).

  • Berpantang karena terpaksa atau abstinensia terpaksa (karena sakit, impotensi, atau pisah sementara). Perempuan yang mengalami penyakit impotensi merupakan efek samping dari KB sehingga jika terjadi kehamilan dapat menyebabkan kematian ibu dan anak.

  • Frekuensi hubungan seksual (Berapa sering melakukan hubungan seksual). Frekuensi hubungan seksual juga sangat tergantung pada kondisi perempuan. Semakin jarang hubungan frekuensi seksual pada pasangan, semakin tidak sehat pernikahan tersebut.

Faktor yang mempengaruhi kemungkinan terjadinya konsepsi (conception variables)

  • Kesuburan atau kemandulan yang dipengaruhi oleh faktor yang tidak disengaja (gangguan masa subur misalnya karena kelainan indung telur atau gangguan hormonal, kelainan mekanis yang menghubungi pembuahan)

  • Penggunaan jenis metode kontrasepsi (kontrasepsi hormonal, kontrasepsi non hormonal dan kontrasepsi alami)

  • Kesuburan atau kemandulan yang dipengaruhi Oleh faktor-faktor yang disengaja (sterilisasi, IUD, suntik KB, obat-obatan, dsb).

Faktor yang mempengaruhi kehamilan dan kelahiran (gestation variables)

  • Kematian janin yang disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak disengaja (keguguran, bayi lahir cacat)

  • Kematian janin oleh faktor-faktor yang disengaja (aborsi).

Itulah jawaban dari apa itu fertilitas beserta faktor-fkatornya. Dengan fertilitas yang semakin tinggi, membuat angka kelahiran anak akan semakin meningkat. Di sisi lain, jika angka tersebut rendah, maka tingkat kelahiran anak semakin menurun.(MZM)