Pengertian dan Hakikat Silaturahmi dalam Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada momen Idul Fitri, mayoritas masyarakat akan saling mengunjungi keluarga atau kerabatnya sebagai bentuk silaturahmi. Silaturahmi sangat penting untuk dijalin, bahkan Allah memerintahkan kita untuk bersilaturahmi. Apa hakikat silaturahmi?
Sebenarnya, silaturahmi bisa dilakukan kapan saja. Namun, karena pada hari biasa orang akan sibuk dengan kegiatan masing-masing. Maka momen Lebaran digunakan untuk mempererat tali silaturahmi. Berikut ini ulasan tentang silaturahmi.
Pengertian Silaturahmi
Dikutip dari buku 5 Langkah Jitu Munajat Magnet Rezeki oleh el-Bantanie (2013:169), silaturahmi terdiri dari dua kata, yakni shilat yang artinya adalah hubungan, menyambung; dan rahim yang artinya kasih sayang. Sehingga, silaturahmi dapat diartikan sebagai menyambung hubungan kasih sayang.
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menghubungkan silaturahmi. Anjuran ini diperkuat dengan hadis-hadis berikut.
Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka hendaklah dia memuliakan tamunya, siapa yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, hendaklah dia menghubungkan silaturahmi, siapa yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari Muslim)
Rasulullah SAW menerangkan, “Pelajarilah silsilah keturunan untuk bersilaturahmi, sebab dengan silaturahmi akan mendapat kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta, dan memperbaiki kesan hidup setelah kematian.”
Keutamaan dan Hakikat Silaturahmi
Silaturahmi sangat dianjurkan dan memberikan manfaat sangat besar bagi mereka yang menjaga silaturahmi. Berikut ini adalah keutamaan dan hakikat silaturahmi.
1. Mendapatkan Pahala
Karena silaturahmi adalah sesuatu yang disukai oleh Allah SWT, maka orang-orang yang menyambung tali silaturahmi akan mendapatkan pahala sebagai balasan untuk amalnya.
2. Diluaskan Rezekinya
Selain bisa mendapatkan pahala, dengan menyambung silaturahmi maka pintu rezeki akan terbuka. Dari silaturahmi bisa terbuka peluang kerja sama yang akan saling menguntungkan untuk semua pihak.
3. Mendapatkan Rahmat Allah
Mereka yang menyambung silaturahmi juga akan mendapat rahmat Allah SWT. Rahmat Allah SWT bisa berupa apa saja. Misalnya, keluasan rezeki, kesehatan, hidup yang tenang, kemudahan dalam menjalankan setiap urusan, dan sebagainya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah berfirman:
“Siapa yang menyambung silaturahmi, maka akan Aku sambung rahmat-Ku untuknya. Dan siapa yang memutuskan silaturahmi, maka Aku putuskan pula rahmat-Ku untuknya.” (HR Tirmidzi dan Abu Daud)
4. Dipanjangkan Umurnya
Berdasarkan tafsiran para ulama, dipanjangkan umurnya di sini maksudnya adalah umur yang penuh dengan keberkahan. Karena umur manusia tidak bisa ditambah.
Baca juga: Contoh Kata-Kata Undangan Silaturahmi Lebaran yang Sederhana
Demikian ulasan mengenai pengertian dan hakikat silaturahmi dalam Islam. Selalu jalin silaturahmi dan jaga hubungan baik dengan sesama, ya. (KRIS)
