Konten dari Pengguna

Pengertian dan Hal yang Diharapkan Penulis Teks Persuasi untuk Pembacanya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Apa yang Diharapkan Penulis Teks Persuasi untuk Pembacanya. Sumber: Unsplash/Bence Boros
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Apa yang Diharapkan Penulis Teks Persuasi untuk Pembacanya. Sumber: Unsplash/Bence Boros

Terdapat beberapa jenis teks yang dibuat dengan tujuan tertentu. Salah satu jenis teks yang penting untuk dipahami adalah teks persuasi. Apa yang diharapkan penulis teks persuasi untuk pembacanya?

Secara singkat, teks persuasi berisi ajakan atau bujukan. Sama seperti teks lainnya, teks persuasi juga memiliki struktur yang menyusunnya.

Apa yang Diharapkan Penulis Teks Persuasi untuk Pembacanya?

Ilustrasi untuk Apa yang Diharapkan Penulis Teks Persuasi untuk Pembacanya. Sumber: Unsplash/Mikolaj

Mengutip dari Explore Bahasa Indonesia Jilid 2 untuk SMP/MTs Kelas VIII, Rachmat (2019:192), pengertian teks persuasi adalah teks yang isinya mengajak orang tersebut melakukan atau mengikuti apa yang diungkapkan penulis dalam tulisannya.

Lantas, apa yang diharapkan penulis teks persuasi untuk pembacanya? Penulis teks persuasi mengharapkan pembacanya bisa terpengaruh atau terbujuk untuk mengikuti apa yang ia tulis.

Teks persuasi ditulis dengan mengikuti struktur tertentu. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Pengenalan isu: berisi pengantar tentang masalah yang akan dibahas.

  2. Rangkuman argumen: berisi serangkaian opini dari penulis tentang isu tertentu. Bagian ini diperkuat dengan adanya fakta.

  3. Ajakan: merupakan inti dari teks persuasi yang berupa anjuran atau ajakan kepada pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu hal.

  4. Penegasan kembali: berisi simpulan dan rangkuman. Umumnya, bagian ini ditandai dengan adanya ungkapan seperti jadi, demikianlah, atau oleh karena itu.

Kaidah Kebahasaan Teks Persuasi

Ilustrasi untuk Apa yang Diharapkan Penulis Teks Persuasi untuk Pembacanya. Sumber: Unsplash/Matias North

Selain harus dibuat mengikuti struktur yang telah ditentukan, teks persuasi juga ditulis dengan kaidah kebahasaan tertentu. Berikut adalah kaidah kebahasaan dalam teks persuasi.

  • Menggunakan pernyataan yang mengandung bujukan, ajakan, atau dorongan. Beberapa kata yang biasanya digunakan adalah hendaknya, sepantasnya, harus, jangan, dan lain-lain. Contoh: Generasi muda harus meneladani semangat cinta tanah air para pahlawan bangsa.

  • Menggunakan kata teknis yang sesuai dengan topik yang dibahas. Misalnya, ketika menulis tentang Hari Guru, maka kata yang digunakan adalah pendidikan, sekolah, jasa, dan sebagainya.

  • Memasukkan fakta atau hal yang benar-benar terjadi atau ada.

  • Menggunakan konjungsi kausalitas atau sebab-akibat seperti sehingga, karena, sebab, dan lain-lain.

  • Menggunakan kata kerja mental, misalnya memprihatinkan, menduga, berpendapat, menyimpulkan, dan sebagainya.

Baca juga: 4 Bagian Paling Efektif dari Simpulan

Apa yang diharapkan penulis teks persuasi untuk pembacanya? Penulis teks persuasi berharap agar pembacanya terpengaruh atau terbujuk untuk mengikuti keinginannya. (KRIS)