Konten dari Pengguna

Pengertian dan Hikmah Haji bagi Umat Islam yang Mampu Melaksanakannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hikmah haji bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya, sumber foto tasnim umar on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hikmah haji bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya, sumber foto tasnim umar on Unsplash

Umat Islam di seluruh dunia sudah memasuki waktu haji. Haji menjadi rukun Islam yang kelima dan hanya diperintahkan untuk orang yang sudah mampu. Haji adalah mengunjungi rumah Allah SWT. Setiap umat Islam pasti memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah ini. Lalu sebenarnya apa pengertian haji dan bagaimana hikmah haji bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya? Berikut adalah penjelasannya secara lengkap.

Pengertian Haji

Dikutip dari buku Hikmah di Balik Perintah dan Larangan Allah karya Alaidin Koto, (2021: 50) dijelaskan bahwa pengertian haji secara etimologi adalah menyengaja. Sedangkan secara terminologi adalah menyengaja ke tempat suci yang sudah ditentukan yaitu Baitul Haram dan Arafah pada waktu tertentu dengan mengerjakan amalan-amalan tertentu dengan syarat sudah ditentukan pula.

Ibarat mengunjungi rumah seseorang, tentu yang dicari dan hendak ditemui adalah sang pemilik rumah. Allah memang tidak mengambil tempat. Ia meliputi semua, tetapi ia menjadikan rumahNya di Masjidil haram untuk dikunjungi. Ini berarti bahwa yang ingin dikunjungi oleh setiap orang yang melaksanakan haji adalah Allah SWT.

Hikmah Haji

Ilustrasi hikmah haji bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya, sumber foto ibrahim uz on Unsplash

Bagi umat Islam yang mampu melaksanakan ibadah haji, ada beberapa hikmah yang bisa dipetik. Dikutip dari buku Doa Zikir Haji dan Umrah berikut adalah hikmah haji dan umrah.

  1. Menyaksikan secara langsung kiblat umat Islam yaitu Ka'bah di Masjidil Haram dan tempat-tempat bersejarah dalam kehidupan Rasulullah SAW dan penyebaran Islam. Dalam mengunjungi tempat-tempat tersebut, diharapkan umat Islam dapat menghayati nilai-nilai keimanan, ketakwaan, keikhlasan, kepahlawanan, dan pengorbanan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan agama Islam.

  2. Ketika memasuki Mekkah dan melihat Ka’bah umat Islam diajak untuk meneladani nilai-nilai ketakwaan Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya. Seberat apapun perintah Allah SWT, bahkan meski harus meninggalkan istri di padang tandus dan menyembelih seorang anak sekalipun, tetap dilaksanakan dengan baik oleh Nabi Ibrahim AS.

  3. Haji adalah ibadah yang dapat menyempurnakan kehidupan spiritual umat Islam. Setelah shalat, puasa, dan zakat ditunaikan. Haji adalah penyempurnanya. Umat Islam di seluruh dunia berkumpul di tempat yang sama pada waktu yang sama. Masing-masing digerakkan oleh satu alasan yang sama yaitu kepatuhan kepada Allah SWT dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Demikian pengertian dan hikmah haji bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya. Bagi yang belum mampu melaksanakannya dianjurkan untuk berkurban sebagai gantinya. (WWN)