Konten dari Pengguna

Pengertian dan Ketentuan Amil Zakat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustasi amil zakat. Sumber: MassimoAdami/unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustasi amil zakat. Sumber: MassimoAdami/unsplash.com.

Amil zakat adalah badan atau orang yang diberi kewenangan untuk mengurus zakat dan sedekah. Amil zakat diperlukan umat Islam untuk mengelola zakat sebaik-baiknya dan sampai ke tangan penerima.

Mencari penerima zakat sendiri lumayan merepotkan. Belum lagi jika tidak merata. Ada yang belum menerima, tapi ada yang double. Sebaiknya, salurkan zakat melalui amil zakat. Jika belum paham, simak penjelasannya di artikel ini.

Amil Zakat Adalah Badan atau Orang yang Mengurus Zakat

Ilustrasi amil zakat. Sumber: MasjidPogungDalangan/unsplash.com

Sebagian besar umat Islam di Indonesia membayar zakat melalui amil zakat yang ada di masjid atau lembaga resmi. Meski sering menyebut istilah amil zakat, tapi pengetahuan masyarakat kebanyakan sebatas tugas mereka sebagai penerima dan penyalur zakat.

Berikut ini penjelasan tentang pengertian dan ketentuan amil zakat.

1. Pengertian Amil Zakat

Dikutip dari Agar Harta Berkah dan Bertambah, Didin Hafidhuddin (2007:177-178), amil zakat adalah mereka yang melaksanakan segala kegiatan yang berkaitan dengan urusan zakat. Kegiatan tersebut meliputi:

  • pengumpulan zakat

  • penjagaan dan pemeliharaan zakat

  • pendistribusian zakat

  • pencatatan keluar dan masuknya zakat

Sedangkan syarat untuk menjadi amil zakat adalah:

  • orang yang merdeka atau bukan budak

  • laki-laki

  • mukallaf atau sudah dibebani perintah dan larangan Allah

  • adil

  • beragama Islam

  • memiliki pendengaran dan penglihatan yang baik

  • memahami fikih zakat

  • bukan keturunan bani Hasyim.

2. Ketentuan Amil Zakat

Untuk menjaga amanah sebagai amil zakat, berikut adalah ketentuan yang harus diperhatikan.

  • Tidak boleh terjadi rangkap jabatan sebagai pengumpul, penyalura, pencatat, dan sebagainya. Petugas bisa ditambah sesuai kebutuhan. Islam sudah mengajarkan tindakan untuk mencegah penyelewengan sejak dulu.

  • Satu lagi contoh ajaran Islam untuk menghindari penyelewengan adalah amil zakat tidak boleh menerima sogokan, hadiah atau hibah, baik berupa barang maupun jasa, terkait dengan jabatannya tersebut.

  • Amil zakat juga bertugas melakukan sosialisasi tentang kesadaran membayar zakat kepada masyarakat. Ini biasa dilakukan di masjid-masjid.

  • Dari laman MUI diinformasikan bahwa ada 3 pengelola zakat resmi, yaitu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan perorangan atau kelompok.

Baca juga: Doa Ijab Qobul Zakat Lengkap Arab Latin dan Artinya

Demikianlah ulasan bahwa amil zakat adalah badan atau orang yang diberi kewenangan untuk mengurus zakat dan sedekah. Amil zakat yang amanah akan mampu memajukan kesejahteraan umat Islam. (LUS)