Konten dari Pengguna

Pengertian dan Lawan Kata Sangsai Menurut Tesaurus Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian dan Lawan Kata Sangsai (Foto: Felicia Montenegro | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian dan Lawan Kata Sangsai (Foto: Felicia Montenegro | Unsplash.com)

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan dalam keseharian. Meskipun demikian, tidak semua istilah dalam bahasa Indonesia dipahami oleh semua orang. Misalnya saja, apakah kalian mengetahui apa lawan kata sangsai?

Selain lawan katanya, kalian juga bisa mempelajari pengertian kata sangsai dalam artikel berikut ini.

Baca juga: Arti, Antonim, dan Sinonim Bahagia dalam Bahasa Indonesia Baku

Pengertian dan Lawan Kata Sangsai

Ilustrasi Lawan Kata Sangsai (Foto: Waldemar | Unsplash.com)

Apa pengertian kata sangsai? Sangsai memiliki arti sengsara, melarat, dan susah. Sedangkan, lawan kata sangsai adalah bahagia. Setelah memahami pengertian dan lawan kata sangsai, sekarang mari membahas apa yang dimaksud dengan lawan kata.

Lawan kata atau antonim adalah kata yang memiliki makna berlawanan. Antonim dibagi menjadi beberapa jenis. Dikutip dari buku dengan judul Top Fokus TPA OTO BAPPENAS oleh Amien (2020), berikut ini jenis-jenis antonim:

Antonim Mutlak

Antonim ini adalah jenis antonim berupa kata-kata yang secara mutlak berlawanan maknanya. Contoh: diam >< bergerak, perempuan >< laki-laki.

Antonim Relatif atau Bergradasi

Merupakan kata-kata secara definisi tidak mempunyai standar yang jelas, tetapi pendefinisiannya berdasarkan opini. Contoh: miskin >< kaya, ringan >< berat.

Antonim Relasional

Merupakan jenis antonim dengan kata-kata yang saling berhubungan dan mempunyai kedudukan yang setara tetapi mempunyai perbedaan. Contoh: suami >< istri, permintaan >< penawaran.

Antonim Hierarkial

Merupakan kata-kata yang saling berhubungan namun tidak mempunyai kesetaraan kedudukan. Contoh: tua >< muda, direktur >< karyawan.

Hubungan Makna Kata

Dihimpun dari Get Success UN Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs oleh Handiyani dan Wildan (2008), selain antonim masih ada beberapa hubungan makna kata sebagai berikut:

  • Sinonim. Merupakan dua kata atau lebih yang mempunyai makna sama. Contoh: agung, raya, besar.

  • Homonim. Merupakan dua kata atau lebih yang memiliki pelafalan dan ejaan yang sama, namun maknanya berbeda. Contoh: Paman membaca halaman pertama koran ABC di halaman rumahnya pada sore hari.

  • Homofon. Homofon adalah dua kata atau lebih yang pelafalannya sama, namun ejaan dan maknanya berlainan. Contoh: Bang Anton pergi ke Bank X untuk mengajukan pinjaman.

  • Homograf. Merupakan dua kata atau lebih yang memiliki ejaan yang sama, namun pelafalannya berbeda. Selain itu, maknanya juga berlainan. Contoh: Sebelum ikut apel pagi, Pak Jaka sarapan dengan sebutir buah apel.

  • Hiponim. Merupakan jenis kata yang mempunyai hubungan makna general dengan spasial. Contoh: buah (hipernim) → pisang, apel, nangka (hiponim).

Demikian ulasan mengenai pengertian dan lawan kata sangsai serta penjelasan mengenai hubungan makna kata. Selamat belajar! (KRIS)