Konten dari Pengguna

Pengertian dan Model Hubungan Antar Pelaku Ekonomi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian dan Model Hubungan Antar Pelaku Ekonomi (Foto: Mathieu Stern | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian dan Model Hubungan Antar Pelaku Ekonomi (Foto: Mathieu Stern | Unsplash.com)

Kegiatan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Dalam menjalankan kegiatan ekonomi, terdapat beberapa pelaku yang terlibat. Setiap pelaku ekonomi ini memiliki perannya masing-masing namun saling terhubung. Bagaimana hubungan antar pelaku ekonomi?

Perekonomian bisa berjalan dengan semestinya jika para pelaku kegiatan ekonomi saling berhubungan dengan baik. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian dan Perannya

Hubungan Antar Pelaku Ekonomi

Ilustrasi Hubungan Antar Pelaku Ekonomi (Foto: Tim Mossholder | Unsplash.com)

Deliarnov dalam buku Ekonomi untuk SMP dan MTs Kelas VIII (2007:21), berdasarkan jenis kegiatannya, pelaku ekonomi dibagi menjadi produsen, distributor, dan konsumen. Sedangkan, secara khusus, para pelaku utama dalam perekonomian adalah rumah tangga, perusahaan, pemerintah, koperasi, dan masyarakat luar negeri.

Pada kegiatan ekonomi, pelaku-pelaku ekonomi saling berinteraksi agar perekonomian bisa berjalan dengan baik. Berikut ini model hubungan antar pelaku ekonomi yang dikutip dari Ekonomi Kelas VIII yang disusun oleh Yasin dan Ethicawati (2007:14-16):

Perekonomian Sederhana

Pada perekonomian sederhana, hubungan antara sektor perusahaan dan rumah tangga digambarkan dengan menggunakan arus ekonomi (circulation flow) sebagai berikut:

  1. Rumah tangga berperan sebagai konsumen dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan serta sebagai penyedia faktor produksi (tenaga kerja, modal, tanah).

  2. Perusahaan memberikan gaji, upah, sewa, bunga, dan untung sebagai balas jasa untuk rumah tangga.

  3. Perusahaan berperan sebagai produsen, yaitu pihak yang menghasilkan barang dan jasa.

  4. Rumah tangga sebagai konsumen, maka rumah tangga membeli barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan.

Perekonomian Tertutup

Negara memerlukan uang untuk membayar gaji pegawai negeri, mendirikan sekolah, memperbaiki dan membangun jalan, dan sebagainya. Oleh karena itu, negara menerapkan pajak. Berikut ini penjelasannya:

  1. Rumah tangga sebagai pemilik faktor produksi memberikan tenaga, tanah, modal, dan keahlian kepada perusahaan.

  2. Dari penggunaan faktor produksi, rumah tangga mendapatkan imbalan berupa upah, sewa, bunga, dan keuntungan dari perusahaan.

  3. Perusahaan juga memanfaatkan faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa.

  4. Pemerintah/negara mendapatkan pajak sebagai sumber pendapatan.

  5. Pendapatan negara digunakan untuk subsidi seperti pelayanan publik, belanja pemerintah ke perusahaan, dan sebagainya.

Perekonomian Terbuka

Perekonomian terbuka bisa terjadi jika ada pihak luar negeri yang ikut dalam kegiatan ekonomi kita. Singkatnya, penjelasan alur saling ketergantungan antar pelaku ekonomi pada perekonomian terbuka adalah rumah tangga membeli barang serta jasa dari perusahaan.

Sebaliknya, perusahaan juga membeli faktor produksi dari rumah tangga. Perusahaan dan rumah tangga sama-sama membayar pajak kepada pemerintah. Pemerintah menggunakan pajak tersebut untuk membangun sarana dan prasarana demi kepentingan rumah tangga dan perusahaan.

Selanjutnya, ketiga pelaku ekonomi ini akan melakukan interaksi dengan masyarakat luar negeri dengan kegiatan ekspor dan impor.

Itulah ulasan tentang pengertian dan model hubungan antar pelaku ekonomi. Selamat belajar! (KRIS)