Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.89.0
Konten dari Pengguna
Pengertian dan Niat Puasa Ayyamul Bidh Safar
20 September 2021 11:41 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Pengertian Puasa Ayyamul Bidh
Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada pertengahan bulan menurut kalender Hijriyah. Untuk bulan Safar 1443 Hijriyah, pertengahan bulan Safar jatuh pada tanggal 20, 21, 22 bulan September 2021. Dikutip dari laman resmi Nu Online puasa ayyamul bidh ini tidak lepas dari kisah ketika Nabi Adam diturunkan ke muka bumi untuk pertama kalinya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, Nabi Adam as ketika itu disertai dengan kondisi tubuhnya yang terbakar akibat panasnya sinar matahari. Hal ini membuat badan beliau menjadi hitam di sekujur tubuhnya. Kemudian, Allah SWT memberikan perintah agar Nabi Adam as menjalankan ibadah puasa selama tiga hari. Yakni pada tanggal 13, 14, dan 15. Saat menjalankan puasa pada hari pertama, sepertiga badan Nabi Adam as menjadi putih kembali.
ADVERTISEMENT
Demikan pula yang terjadi pada hari kedua. Sepertiga badan lainnya juga berubah putih kembali. Dan pada saat puasa hari ketiga alias terakhir, badan Nabi Adam as sepenuhnya menjadi putih lagi lantaran sepertiga sisa lainnya sudah kembali menjadi putih.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Safar
Berikut adalah bacaan niat puasa ayyamul bidh di bulan safar yang dikutip dari buku Panduan Praktis Manjalankan Puasa Sunnah, Siti Nur dan Tim Penerbit KBM Indonesia (2021: 54). Untuk bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang dilakukan pada malam hari, lafal niatnya adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: "Saya niat berpuasa besok pada Ayyamul bidh sunah karena Allah Ta’ala."
ADVERTISEMENT
Sementara jika niat tersebut diucapkan pada saat sudah terbitnya fajar atau keesokan harinya, maka bacaannya adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: "Saya berniat puasa Ayyamul bidh, sunah karena Allah ta’ala."