Pengertian dan Penyebab Perbedaan Bunyi Onomatope

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Interaksi antar makhluk hidup di dunia ini tentunya membutuhkan bahasa. Bahasa digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Dalam praktiknya, ada cukup banyak tiruan bunyi, seperti gemericik air, kicau burung, tangisan, bel pintu, yang digunakan dalam berinteraksi. Tiruan bunyi inilah yang disebut dengan onomatope. Tahukah Anda apa penyebab perbedaan bunyi onomatope di seluruh negara?
Baca Juga: Menilik Sejarah Bahasa Pertama di Dunia
Pengertian dan Penyebab Perbedaan Bunyi Onomatope
Sebelum mengetahui apa saja penyebab perbedaan bunyi onomatope di seluruh negara, sebaiknya Anda ketahui dulu arti sebenarnya dari onomatope. Secara etimologi, onomatope berasal dari bahasa Yunani, “Onomatopoeia”, yang memiliki arti pembentukan kata (création de mots). Dalam bahasa Prancis, Onomatopoeia dikenal dengan istilah onomatopé.
Seperti dikutip dari buku Semantik dan Dinamika Pergulatan Makna, Aceng Ruhendi Saifullah, 2021, dijelaskan bahwa pengertian onomatope adalah tiruan bunyi yang merepresentasikan benda aslinya. Disebut juga sebagai “word mimic sound”.
Onomatope merupakan tiruan bunyi yang disampaikan kepada lawan bicara, baik secara lisan maupun tertulis. Bentuk onomatope secara tertulis dapat kita temukan pada novel, puisi, dan paling banyak ada pada komik. Onomatope mempunyai peran yang sangat penting dalam hal pembentukan kata baru.
Penyebab Perbedaan Bunyi Onomatope
Penyebab perbedaan bunyi onomatope adalah banyaknya perbedaan di dunia. Bila dijelaskan secara rinci, berikut hal-hal yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut:
Perbedaan budaya
Kebiasaan berbahasa yang tidak sama
Perbedaan cara berperilaku di berbagai wilayah
Contoh Onomatope
Berikut beberapa contoh onomatope yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia.
Sesuatu yang jatuh: Gubrak
Bunyi peluit: Priit
Bunyi tabrakan: Jeger
Bom meledak: Duar
Menembak: Dor!
Menyeruput: Srup, srup.
Mengayun tongkat: Syuut, syuut.
Menumpuk barang: Bruk, bruk.
Batuk: Uhuk, uhuk.
Anjing menggonggong
Ular mendesis
Kucing mengeong
Serigala melolong
Sapi melenguh
Katak menguak
Kambing mengembik
Merpati berdekut
Ayam jantan berkokok
Ayam betina berkotek
Anak ayam menciap
Telepon berdering
Peluru berdesing
Daun bergemeresik
Jantung berdegup
Uang logam bergemerincing
Petir menggelegar
Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian onomatope sekaligus dengan beberapa hal yang menjadi penyebab perbedaan bunyi onomatope di berbagai wilayah di dunia ini. (DNR)
