Konten dari Pengguna

Pengertian dan Sumber Dosa Jariyah yang Begitu Mengerikan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi betapa mengerikannya dosa jariyah. Foto: unsplash.com/madhav
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi betapa mengerikannya dosa jariyah. Foto: unsplash.com/madhav

Setiap umat Muslim, haruslah mengimbangi antara kehidupan di dunia dan akhirat. Jangan sampai kehidupan di dunia lebih dominan dari pada kehidupan di akhirat. Bahkan sampai melakukan perbuatan yang mengundang dosa jariyah. Apa itu dosa jariyah? Berikut pengertian dan sumber dosa jariyah yang begitu mengerikan.

Pengertian Dosa Jariyah

Sering kali kita mendengar amal jariyah sebagai perbuatan baik yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah ia meninggal dunia. Maka dosa jariyah adalah kebalikan dari amal jariyah.

Dikutip dari buku Terima Kasih Semesta karya Diza Rozika Barokah DKK (2019:76), dalam bahasa Arab, jariyah berasal dari kata jaraya yang artinya terus, mengalir, atau tetap berlaku. Dosa jariyah adalah perbuatan maksiat yang dosanya terus mengalir meskipun ia telah meninggal dunia.

Mengingat begitu mengerikannya dosa yang satu ini, Nabi Muhammad Saw mewanti-wanti umatnya agar jangan sampai terjerumus dalam dosa jariyah. Pasalnya, dosa jariyah akan tetap dilimpahkan orang tersebut, sekalipun dia sudah tidak lagi melakukan perbuatan maksiatnya.

Betapa menyedihkannya orang yang melakukan perbuatan ini. Di saat orang-orang membutuhkan pahala saat di alam kubur, ia malah terus menerus tertimpa dengan dosa akibat perbuatannya semasa hidup.

Ilustrasi dosa jariyah. Foto: unsplash.com/felixweinitschke

Sumber Dosa Jariyah

Terdapat beberapa perbuatan dosa jariyah yang perlu dihindari, di antaranya:

1. Mempelopori Kebiasaan Buruk

Dosa jariyah pertama yang perlu dihindari adalah mempelopori dalam kebiasaan buruk. Mempelopori di sini merupakan melakukan perbuatan terlarang dalam agama Islam di hadapan orang lain, hingga orang-orang tersebut mengikuti perbuatan maksiat. Hal ini juga berlaku meskipun ia tidak mengajak untuk mengikutinya secara langsung.

Orang ini tidak mengajak orang lain dalam berbuat maksiat, namun ia melakukan perbuatan maksiat yang membuat orang lain meniru perbuatan maksiat tersebut.

Diriwayatkan dari sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

"Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka." (HR. Muslim)

2. Menyesatkan Orang Lain

Apabila seseorang menyesatkan orang lain dalam berbuat kemaksiatan, walaupun dia tidak melakukannya, ia adalah seorang juru kesesatan. Orang seperti demikian Allah akan membalasnya dengan dosa yang terus menerus.

Allah Swt berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 25 yang artinya,

“(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.” (QS. An-Nahl: 25)

Semoga dengan mengetahui betapa mengerikannya dosa jariyah membuat kita tersadar untuk tidak mendekati dosa tersebut. Sehingga tidak mendapat siksa yang saat di alam kubur maupun akhirat kelak. (MZM)