Konten dari Pengguna

Pengertian dan Syarat untuk Menjadi Ayah Baptis Katolik

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian dan Syarat untuk Menjadi Ayah Baptis Katolik, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian dan Syarat untuk Menjadi Ayah Baptis Katolik, Foto: Pixabay

Pengertian ayah baptis adalah wali baptis yang menjadi kerabat rohani dari seorang Katolik yang akan atau telah dibaptis. Sebelum ditunjuk sebagai ayah baptis, orang tersebut sebaiknya dikenal oleh seluruh anggota keluarga agar memudahkan komunikasi ke depannya.

Peran Ayah Baptis

Berdasarkan buku Pendampingan Iman Katolik Keluarga: Formatio Iman Berjenjang, Tim Komisi Kateketik Regio Jawa, (2019:17), ayah baptis memiliki 3 peran utama, yaitu:

  • Doa

Ayah baptis berperan untuk mendoakan anak baptisnya dan mengajar anak itu berdoa agar ia dapat berkomunikasi dengan Tuhan dan memohon pertolongan-Nya di dalam semua kondisi kehidupannya.

  • Moralisasi

Seorang ayah baptis juga harus menunjukkan teladan yang baik dan benar kepada anak baptisnya, dengan menolong sesama, rajin berbagi, dan lain-lain, agar anak itu bisa tumbuh sebagai seorang Katolik yang baik dan benar.

  • Doktrinal

Ayah baptis juga berperan untuk mengajari anak baptisnya tentang dasar-dasar iman Katolik. Untuk itu, sebelum menjadi ayah baptis, ia harus terlebih dahulu memperdalam ilmu pengetahuan tentang iman Katolik dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

Syarat untuk Menjadi Ayah Baptis

Pengertian dan Syarat untuk Menjadi Ayah Baptis Katolik, Foto: Pixabay

Berikut adalah sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi ayah baptis:

  1. Berjenis kelamin laki-laki

  2. Bukan merupakan ayah kandung dari orang yang akan dibaptis (calon baptis)

  3. Seorang Katolik yang telah menerima sakramen ekaristi dan penguatan

  4. Ditunjuk langsung oleh orang tua calon baptis atau wali yang mewakili mereka atau dirinya sendiri apabila sudah dewasa

  5. Telah genap berusia enam belas (16) tahun ke atas, kecuali ada pengecualian yang atas alasan wajar bisa diterima oleh Pastor paroki gereja tempat si calon baptis akan dibaptiskan

  6. Seorang Katolik yang hidup sesuai iman dan tugas yang diterimanya

  7. Cakap dan bersedia untuk melaksanakan tugas sebagai ayah baptis

  8. Bukan orang yang sedang terkena suatu hukuman kanonik atau dinyatakan secara legitim

  9. Menyerahkan fotokopi Surat Baptis katolik

  10. Menyerahkan fotokopi Surat Krisma yang menandakan dirinya sudah dewasa secara iman

  11. Menyerahkan fotokopi Surat Perkawinan jika memang sudah menikah

  12. Menyerahkan surat keterangan yang menyatakan tidak sedang terhalang dari secara legitim

  13. Menandatangani surat yang menyatakan kesediaan dan kesanggupannya untuk senantiasa membimbing dan mendukung anak baptisnya di dalam doa dan perbuatan

Setelah mengetahui pengertian, peran, dan persyaratan untuk menjadi ayah baptis, apakah kamu tertarik?(BRP)