Pengertian dan Syarat untuk Menjadi Ayah Baptis Katolik

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian ayah baptis adalah wali baptis yang menjadi kerabat rohani dari seorang Katolik yang akan atau telah dibaptis. Sebelum ditunjuk sebagai ayah baptis, orang tersebut sebaiknya dikenal oleh seluruh anggota keluarga agar memudahkan komunikasi ke depannya.
Peran Ayah Baptis
Berdasarkan buku Pendampingan Iman Katolik Keluarga: Formatio Iman Berjenjang, Tim Komisi Kateketik Regio Jawa, (2019:17), ayah baptis memiliki 3 peran utama, yaitu:
Doa
Ayah baptis berperan untuk mendoakan anak baptisnya dan mengajar anak itu berdoa agar ia dapat berkomunikasi dengan Tuhan dan memohon pertolongan-Nya di dalam semua kondisi kehidupannya.
Moralisasi
Seorang ayah baptis juga harus menunjukkan teladan yang baik dan benar kepada anak baptisnya, dengan menolong sesama, rajin berbagi, dan lain-lain, agar anak itu bisa tumbuh sebagai seorang Katolik yang baik dan benar.
Doktrinal
Ayah baptis juga berperan untuk mengajari anak baptisnya tentang dasar-dasar iman Katolik. Untuk itu, sebelum menjadi ayah baptis, ia harus terlebih dahulu memperdalam ilmu pengetahuan tentang iman Katolik dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh.
Syarat untuk Menjadi Ayah Baptis
Berikut adalah sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi ayah baptis:
Berjenis kelamin laki-laki
Bukan merupakan ayah kandung dari orang yang akan dibaptis (calon baptis)
Seorang Katolik yang telah menerima sakramen ekaristi dan penguatan
Ditunjuk langsung oleh orang tua calon baptis atau wali yang mewakili mereka atau dirinya sendiri apabila sudah dewasa
Telah genap berusia enam belas (16) tahun ke atas, kecuali ada pengecualian yang atas alasan wajar bisa diterima oleh Pastor paroki gereja tempat si calon baptis akan dibaptiskan
Seorang Katolik yang hidup sesuai iman dan tugas yang diterimanya
Cakap dan bersedia untuk melaksanakan tugas sebagai ayah baptis
Bukan orang yang sedang terkena suatu hukuman kanonik atau dinyatakan secara legitim
Menyerahkan fotokopi Surat Baptis katolik
Menyerahkan fotokopi Surat Krisma yang menandakan dirinya sudah dewasa secara iman
Menyerahkan fotokopi Surat Perkawinan jika memang sudah menikah
Menyerahkan surat keterangan yang menyatakan tidak sedang terhalang dari secara legitim
Menandatangani surat yang menyatakan kesediaan dan kesanggupannya untuk senantiasa membimbing dan mendukung anak baptisnya di dalam doa dan perbuatan
Setelah mengetahui pengertian, peran, dan persyaratan untuk menjadi ayah baptis, apakah kamu tertarik?(BRP)
