Konten dari Pengguna

Pengertian Flexing dan Pengaruh Negatifnya di Media Sosial

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Flexing   Sumber www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Flexing Sumber www.unsplash.com

Kata flexing dipopulerkan pertama kali melalui media sosial. Flexing marak digunakan oleh pemengaruh media sosial di tanah air untuk mendapatkan banyak pengikut, dan menjadi terkenal secara cepat. Ketahui pengertian flexing dan pengaruh negatifnya di media sosial melalui tulisan berikut ini.

Pengertian Flexing dan Pengaruh Negatifnya

Ilustrasi Pengertian Flexing Sumber www.unsplash.com

Akses yang semakin mudah dan cepat terhadap media sosial membuat budaya flexing tumbuh subur. Secara sederhana, pengertian flexing berarti pamer kemewahan untuk mendapatkan perhatian publik.

Pengertian Flexing

Istilah flexing yang bermakna pamer ini sebenarnya merupakan bahasa slang atau bahasa gaul. Pengertian flexing secara lengkap adalah menyombongkan diri terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dibangga-banggakan, berbohong tentang pencapaian, atau membesar-besarkan kebenaran.

Contoh konten video berbalut flexing yang beredar di media sosial antara lain "A day in my life", "How much I spent in a day", " House tour", "Room tour", "Outfit of the day", dan lainnya. Bahkan tak jarang, sebagian orang mengungkapkan pendapatannya per bulan dengan angka yang fantastis.

Pengaruh Negatif Flexing di Media Sosial

Ilustrasi Pengertian Flexing Sumber www.unsplash.com

Berdasarkan data Kominfo, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 63 juta orang, dan 95% di antaranya menggunakan media sosial. Data ini memperkuat bahwa internet dan media sosial sangat dekat dengan keseharian masyarakat.

Walaupun dapat dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan terhadap customer, namun flexing sering dikonotasikan negatif. Dihimpun dari buku Outer Beauty VS Inner Beauty yang disusun oleh Ramona Napitupulu (2022:29), berikut ini adalah pengaruh negatif flexing di media sosial yang perlu diwaspadai.

  1. Merasa inferior dan rendah diri, karena gaya hidupnya jauh di bawah dengan apa yang ditunjukkan dalam video-video yang beredar di media sosial.

  2. Menganggap flexing menjadi hal yang normal, bahkan positif.

  3. Ingin memiliki barang atau gaya hidup yang sama seperti yang ditampilkan dalam video-video dengan konten flexing.

  4. Konten flexing sering digunakan untuk menginformasikan, menawarkan, atau mengajak pengikutnya untuk menggunakan produk, jasa, atau investasi palsu, ilegal, dan tidak berijin.

Baca juga: Cara Bikin Suara Google untuk Konten Video Media Sosial.

Pengertian flexing adalah memamerkan kekayaan secara terang-terangan. Flexing memiliki pengaruh negatif di media sosial, karena citra glamour yang ditampilkan sering kali palsu.(DK)