Konten dari Pengguna

Pengertian Geguritan dalam Bahasa Jawa dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.pexels.com/id-id/@ian-panelo - pengertian geguritan dalam bahasa jawa
zoom-in-whitePerbesar
https://www.pexels.com/id-id/@ian-panelo - pengertian geguritan dalam bahasa jawa

Secara sederhana, pengertian geguritan dalam bahasa Jawa adalah puisi. Dengan kata lain merupakan sebuah karya sastra atau karya tulis yang mengutamakan keindahan bahasa dalam penggunaannya.

Tidak ada perbedaan yang mencolok antara puisi dalam bahasa Indonesia dan pengertian geguritan dalam bahasa Jawa, hal ini dikarenakan yang membedakan keduanya secara mendasar hanyalah bahasa yang digunakan.

Pengertian Geguritan dalam Bahasa Jawa

Pengertian geguritan adalah puisi, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah sebuah karya sastra jawa yang menggunakan kalimat yang indah dan bagus serta mempunyai sebuah makna. Geguritan ini dapat menggunakan bahasa yang memiliki irama, mitra, rima, baik dalam menyusun kalimatnya.

Geguritan yaiku salah satunggaling karya sastra Jawa kang kawujud saka roso ing jero ati kang diungkapne kale penyair ing nganggo bahasa ingkang nduweni irama, rima, mitra, bait lan penyusune ingkang nduweni arti utawi makna wonten ing lirik geguritan. Geguritan ing bahasa Indonesia kasebut namine puisi.

Dalam buku Geguritan Tradisional dalam Sastra Jawa, 2002, geguritan umumnya dapat digunakan sebagai wadah curahan isi hati atau perasaan sesorang dalam sebuah lirik dengan menggunakan Bahasa Jawa.

https://www.pexels.com/id-id/@chuck

Aturan Penulisan Geguritan

Ada beberapa paugeran atau aturan khusus dalam membuat geguritan iki, antara lain:

  • Paugeran disebut juga dengan ciri khas, ciri khas ini dapat mempermudah dalam kita membuat geguritan. Berikut ini ciri-ciri geguritan yang perlu diperhatikan, yaitu :

  • Geguritan memiliki aturan seperti tembang macapat, yaitu guru lagu (huruf vokal seperti i,a,e,u-i,a,u-a,i,a), guru wilangan (jumlah suku kata tiap baris), dan guru gatra (jumlah bait)

  • Ada nama pengarang di dalam teks geguritan.

  • Kata-kata atau kalimat yang digunakan harus memiliki makna.

  • Geguritan dibuat harus menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.

Contoh Geguritan

Perjuangan Ibu

Ibuku…

Panjenengan kang ngelahiraken kulo

Ngeramut Aku

Tekan cilik nganti saikiIbu…

Senadyan ta aku nakal

Jiwamu tetep sabar

Lan sayang marang aku

Ibu….

Sayangmu ora ono tandingane

Ora kenek dilalahno…

Tresna

Tresna kuwi sepele

Tresna kuwi ya kowe karo aku

Tresnamu kaya surya

Nanging ya kaya samudra

Tresnamu bisa nekakake mega

Nanging saiki tresnamu kaya dahana

Awit aku mbok tinggalna

Langit data peteng

Ora ana candra apa maneh kartika

Atiku kaya bawana sing lemahe nela-nela

Maruta, kandhakna yen aku isih tresna

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian geguritan dalam bahasa Jawa lengkap dengan aturan penulisan dan contohnya. (DNR)