Konten dari Pengguna

Pengertian Homonim dan Polisemi Beserta Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Homonim, Foto: Unsplash/NatalyaBurova.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Homonim, Foto: Unsplash/NatalyaBurova.

Dalam ilmu bahasa sering dikenal istilah homonim dan polisemi. Namun, banyak orang yang belum mengetahui pengertian homonim dan polisemi.

Banyak 0rang yang menyamakan kedua istilah tersebut. Padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Agar tidak salah lagi, perlu diketahui pengertian dan contohnya.

Pengertian Homonim dan Polisemi

Ilustrasi Pengertian Homonim, Foto: Unsplash/goodgraphic.

Dikutip dari buku Jago Teknologi Informasi & Komusikasi SMP karya Fauziah S.Kom (2008: 51), pengertian homonim adalah kata-kata yang tulisannya dan lafalnya sama, tetapi maknanya berbeda.

Homonim ini dibagi juga menjadi homograf dan homofon. Homograf adalah kata-kata yang tulisannya sama, tetapi lafal dan maknanya berbeda. Homofon adalah kata-kata yang lafalnya sama, tetapi tulisan dan artinya berbeda.

Sedangkan polisemi adalah bentuk bahasa (kata, frasa, dsb.) yang mempunyai makna lebih dari satu. Makna lebih dari satu tersebut terjadi karena adanya beberapa konsep dalam pemaknaan suatu kata.

Contoh Homonim dan Polisemi

Ilustrasi Pengertian Homonim, Foto: Unsplash/GN STUDIO.

Agar lebih mudah memahami pengertiannya, berikut adalah contoh homonim dan polisemi:

1. Contoh Homonim

  • Ia bisa mengerjakan soal sulit itu! (kata bisa bermakna mampu). Ia terkena bisa ular yang cukup mematikan (kata bisa merujuk pada zat beracun)

  • Santi sedang menanam bunga di halaman. Gambar kucing itu terdapat pada halaman dua. (kata halaman bermakna muka dari lembaran buku)

  • Ayah membeli paku di toko Arami Jaya (kata paku bermakna salah satu bangunan). Ibu memasak sayur paku di dapur. (kata paku bermakna tanaman pakis).

  • Malang sekali dia, tidak bisa ikut ayahnya ke Malang (kata malang pada kalimat memiliki dua arti, malang yang bermakna nasib dan Malang yang bermakna sebuah kota di Jawa Timur).

2. Contoh Homofon

  • Sangsi (bimbang) dan sanksi (hukuman)

  • Tank (kendaraan perang) dan tang (alat perkakas)

  • Bank (tempat menyimpan uang) dan bang (panggilan kakak)

3. Contoh Homograf

  • Apel (upacara kecil) dan apel (buah)

  • Teras (inti kayu) dan teras (halaman rumah)

  • Per (pegas) dan per (tiap-tiap)

4. Contoh Polisemi

  • Dengan tinggi 180 cm, Rusman menjadi siswa paling tinggi di kelas kami (Panjang badan). Kita tidak boleh memiliki sikap tinggi hati apa pun alasannya (Sombong).

  • Ayah langsung menarik tanganku saat aku hampir tertabrak di pinggir jalan tadi (Anggota badan dari siku sampai ke ujung jari atau dari pergelangan sampai ujung jari). Budi telah menjadi tangan kanan bosnya sejak setahun yang lalu (Pembantu utama).

Baca Juga: Struktur dalam Penulisan Naskah Drama Bahasa Indonesia

Demikian uraian mengenai pengertian homonim dan polisemi dalam bahasa Indonesia. Istilah-istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. (Umi)