Pengertian Husnuzan atau Berbaik Sangka dalam Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembahasan kali ini akan mengulas tentang pengertian dari husnuzan, kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari . Mari simak penjelasan selengkapnya sampai selesai agar dapat paham dengan baik.
Pengertian Husnuzan
Husnuzan merupakan lawan kata dari su’uzan. Mengutip dari NU Online, kata su’uzon memiliki makna prasangka buruk. Sudahkah Anda dapat menebak makna dari kata husnuzan? Yups! Husnuzan memiliki makna prasangka baik.
Habiburrahman dan Suroso (2022: 126) dalam bukunya yang berjudul Materi Pendidikan Agama Islam 1 menjelaskan bahwa husnuzan berasal dari lafal husnun yang artinya baik dan adhamu yang artinya prasangka. Husnuzan artinya adalah prasangka, perkiraan, dan dugaan baik.
Penjelasan tentang perbuatan husnuzan pun pernah disampaikan oleh Muhammad Fethullah Gülen dalam bukunya yang berjudul Prisma Iklim Kita. Gülen menjelaskan bahwa husnuzan adalah ungkapan sikap yang harus ditunjukkan seorang mukmin terhadap mukmin lainnya tanpa ketentuan, tanpa syarat, serta tanpa kecuali.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dipahami bahwa husnuzan atau berbaik sangka adalah perbuatan terpuji dalam Islam. Husnuzan adalah hal yang diperintahkan dalam ajaran agama Islam, sedangkan su’uzan harus dihindari.
Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al Hujurat ayat 12 yang berbunyi,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ ١٢
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
Sekian ulasan tentang pengertian serta penjelasan tentang husnuzan. Semoga Allah SWT menguatkan hati kita untuk senantiasa berprasangka baik. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Ingatlah untuk selalu belajar agama Islam bersama gurunya (ustaz, guru agama, atau guru ngaji). Wallahu a’lam bish-shawab. (AA)
