Pengertian Kearifan Lokal, Ciri-Ciri, beserta Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap negara memiliki keunikannya masing-masing, termasuk juga Indonesia. Keunikan Indonesia sendiri berasal dari adat istiadat, tradisi hingga kearifan lokal. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kearifan lokal?
Istilah ini sering kali didengar, baik di buku pelajaran hingga media sosial. Akan tetapi banyak yang masih bingung dengan istilah tersebut dan kurang tahu contohnya.
Pengertian Kearifan Lokal
Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2009, kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari.
Sedangkan menurut Nurcahya Hartiwisidi dalam buku Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Mandar Metabe’ dan Mepuang (2020), kearifan lokal yakni gagasan dan pengetahuan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik dan berbudi luhur, yang dimiliki, dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakat.
Kearifan lokal juga dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang didasari pengetahuan dan diakui oleh akal serta dianggap baik oleh ketentuan agama.
Adat kebiasaan pada dasarnya teruji secara alamiah dan niscaya baik karena merupakan tindakan sosial yang berulang-ulang mengalami penguatan (reinforcement). Pergerakan secara alamiah terjadi secara sukarela karena dianggap baik atau mengandung kebaikan.
Ciri-Ciri Kearifan Lokal
Kearifan lokal memiliki beberapa ciri-ciri dengan pengetahuan lain, di antaranya:
Mampu bertahan dari pengaruh budaya luar.
Mampu mengakomodasi budaya luar.
Memiliki kemampuan mengendalikan.
Mampu mengintegrasi atau menyatukan budaya luar dan budaya asli.
Memiliki kemampuan memberi arah dan petunjuk perkembangan budaya.
Contoh Kearifan Lokal
Di Indonesia, terdapat banyak sekali contoh kearifan lokal yang masih ada hingga saat ini, seperti:
1. Bebie di Muara Enim
Bebie merupakan tradisi menanam serta memanen pada waktu bersamaan dengan tujuan tertentu di Muara Enim, Sumatera Selatan.
Usai panen, masyarakat akan mengadakan perayaan yang menjadi bentuk rasa syukur karena hasil panen padi yang sukses. Adanya tradisi ini dianggap menjadi hal penting dalam budaya gotong royong dan panen padi bersama.
2. Cingcowong di Kuningan
Cingcowong merupakan upacara dengan tujuan memohon hujan. Selain itu, adat ini juga sebagai bentuk permintaan kepada Tuhan. Tradisi Cingcowong sudah dilakukan turun temurun oleh masyarakat Luragung, Kuningan, Jawa Barat.
Tradisi Cingcowong sendiri menggunakan jejelmaan atau orang-orangan yang kepalanya terbuat dari tempurung kelapa dan badannya dari bubu ikan. Selain itu, perlengkapan pendukung ritual berupa taraje (tangga bambu), samak (tikar), sisir, dan bunga kamboja.
3. Bau Nyale di Lombok
Bau Nyale adalah kegiatan menangkap cacing laut berwarna-warni di Pantai Selatan Lombok. Kearifan lokal ini dilakukan tiap tanggal 20 bulan 10 berdasarkan penanggalan Sasak. Masyarakat Lombok percaya bahwa Nyale adalah jelmaan sosok putri bernama Putri Mandalika.
Baca Juga: Penjelasan Apa yang Dimaksud dengan Kearifan Lokal beserta Contohnya
Sekarang, sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan kearifan lokal, bukan? Ternyata, di Indonesia terdapat berbagai kearifan lokal yang bertahan hingga sekarang.(MZM)
