Konten dari Pengguna

Pengertian Ketampakan Alam di Daerah beserta Ciri-cirinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jelaskan yang dimaksud ketampakan alam di daerah. Foto: Unsplash/Hugo Villegas
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jelaskan yang dimaksud ketampakan alam di daerah. Foto: Unsplash/Hugo Villegas

Ketampakan alam merupakan salah satu materi yang dipelajari siswa kelas 5. Dalam mempelajarinya, terdapat berbagai pertanyaan. Misalnya, jelaskan yang dimaksud ketampakan alam di daerah!

Pertanyaan ini muncul karena Indonesiamemiliki ketampakan alam yang beragam. Di sisi lain, setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing yang tidak bisa ditemui di daerah lainnya.

Pengertian dan Ciri-ciri Ketampakan Alam di Daerah

Ilustrasi jelaskan yang dimaksud ketampakan alam di daerah. Foto: Unsplash/Jack Anstey

Dikutip dari buku Get Smart Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas III oleh Sri Sulestari (2007), jawaban dari "Jelaskan ketampakan alam di daerah!" adalah ketampakan yang terbentuk hasil peristiwa alam. Mudahnya, ketampakan alam terbentuk dengan sendirinya.

Beberapa contoh dari peristiwa ketampakan alam yakni.

1. Gunung

Gunung adalah salah satu bentuk kenampakan alam daratan yang menonjol tinggi ke atas. Salah satu ciri-ciri dari gunung adalah tingginya lebih dari 600 meter di atas permukaan laut. Jenis gunung sendiri ada gunung berapi aktif, tidak berapi, dan mati.

Contoh:

  1. Gunung Marapi dengan ketinggian 2.891 m yang terletak di Sumatera Barat.

  2. Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian 151 m yang terletak di Lampung.

  3. Gunung Bromo dengan ketinggian 2.329 m yang terletak di Jawa Timur.

  4. Gunung Puncak Jaya dengan ketinggian 4.884 m yang terletak di Papua Tengah.

2. Pegunungan

Pegunungan adalah kumpulan dari beberapa gunung yang menjadi satu dan terlihat memanjang. Di pegunungan tidak terdapat gunung aktif karena pegunungan tidak mengalami erupsi.

Contoh:

  1. Pegunungan Bukit Barisan di Sumatera

  2. Pegunungan Dieng di Jawa Tengah

  3. Pegunungan Jayawijaya di Papua

3. Dataran Tinggi

Dataran tinggi adalah tanah datar yang luas dan berada di ketinggian sekitar 200-1.500 meter di atas permukaan laut. Proses terbentuknya datarn tinggi akibat erosi dan sedimentasi, maupun bekas dari kaldera gunung api luas yang tertimbun material gunung.

Contoh:

  1. Dataran Tinggi Gayo di Aceh

  2. Dataran Tinggi Malang di Jawa Timur

  3. Dataran Tinggi Gunung Kelimutu di Nusa Tenggara Timur

4. Dataran Rendah

Dataran rendah adalah tanah datar yang berada di ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah biasanya memiliki tanah subur dan banyak untuk pusat pemukiman penduduk.

Contoh:

  1. Dataran Rendah Palembang

  2. Dataran Rendah Banjarmasin

  3. Dataran Rendah Semarang

5. Laut

Laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah banyak dan luas yang menggenangi dan membagi pulau atau benua.

Contoh:

  1. Laut Jawa

  2. Laut Maluku

  3. Laut Flores

  4. Laut Arafuru

6. Sungai

Sungai adalah aliran air di permukaan yang berbentuk memanjang dan mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Hal ini dampak dari gravitasi yang berkumpul ke laut.

  1. Sungai Kapuas

  2. Sungai Barito

  3. Sungai Mahakam

  4. Sungai Musi

  5. Sungai Bengawan Solo

Baca Juga: 5 Ketampakan Alam Perairan di Wilayah Indonesia

Ketampakan Buatan di Daerah

Ilustrasi ketampakan buatan di daerah. Foto: Unsplash/Rahul Pabolu

Berbeda halnya dengan ketampakan alami, ketampakan buatan merupakan bentuk permukaan bumi yang terbentuk akibat adanya campur tangan manusia. Contoh ketampakan alam buatan seperti.

1. Waduk atau Bendungan

Waduk atau bendungan adalah danau buatan atau danau alami yang diperbesar dari pembendungan untuk menyimpan air yang digunakan untuk berbagai keperluan, terutama saat musim kemarau.

Ciri-ciri waduk memiliki kecuraman atau landai dengan kedalaman berkisar antara 30-100 meter. Sumber air waduk berasal dari sungai ditambah dengan air jembatan.

Contoh:

  1. Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat

  2. Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat

  3. Waduk Batu Tegi di Tanggamus, Lampung

2. Jembatan

Jembatan adalah adalah bangunan atau konstruksi yang dibuat untuk menyeberangi atau meneruskan tempat seperti jurang, sungai, jalan raya atau kereta api.

Ciri dari jembatan adalah menghubungkan dua daratan dan dilewati manusia atau kendaraan.

  1. Jembatan Ampera

  2. Jembatan Suramadu

  3. Jembatan Pasupati

  4. Jembatan Semanggi

Sekarang sudah mengetahui jawaban dari pertanyaan "Jelaskan yang dimaksud ketampakan alam di daerah!", bukan? Semoga penjelasan di atas menambah wawasan tentang ketampakan alam, terutama di Indonesia.(MZM)