Konten dari Pengguna

Pengertian Kitab Kuning Pesantren di Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi laki-laki yang sedang membaca kitab kuning. https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laki-laki yang sedang membaca kitab kuning. https://www.freepik.com/

Sudah tahukah Anda tentang kitab kuning? Kitab kuning merupakan buku kitab yang identik di kalangan pondok pesantren di Indonesia. Kitab ini berisi tentang ilmu agama yang dibuat oleh ulama-ulama terdahulu atau ulama klasik.

Kitab kuning dikenal juga dengan istilah kitab gundul , karena tidak sembarangan orang bisa membaca kitab yang tidak ada harakatnya (fatah, kasrah, dhammah, sukun dan sebagainya).

Pengertian Kitab Kuning dan Terjemahannya

Mengutip buku berjudul Generasi Emas Santri Zaman Now karangan Nasrullah Nurdin, S.S., Lc., M.Hum. (2019: 30) pengertian kitab kuning (al-kutub ash-shafrra) adalah kitab Islam klasik yang sangat khas dalam dunia pesantren. Dinamakan kitab kuning karena buku-buku dicetak di atas kertas berwarna kuning. Kitab kuning berisikan pelajaran agama Islam yang mencakup fiqh, aqidah, tasawwuf, akhlaq dan tata bahasa.

Kitab kuning dimaknai sebagai bahan kajian utama dalam mendalami kajian keislaman. Selain itu kitab kuning sebagai penilaian kemahiran para santri dalam menempuh pendidikan pesantren. Tujuan utama santri menempuhnya adalah mendalami (tafaqquh) agama Islam dangan segala ilmu yang melingkupinya.

Secara umum pengertian kitab kuning adalah:

  1. Ditulis oleh ulama asing namun secara turun temurun menjadi referensi yang menjadi pedoman oleh para ulama Indonesia.

  2. Ditulis oleh ulama Indonesia sebagai karya tulis pribadi.

  3. Ditulis oleh ulama Indonesia sebagai terjemahan aau komentar ulama asing, terutama ulama Arab.

Tingkatan Kitab Kuning

Ilustrasi kitab kuning. https://www.freepik.com/

Kitab-kitab kuning yang dipelajari di pesantren secara umum terdiri dari tiga jenis dan tingkatan:

1. Kitab matan

Kitab matan adalah kitab karangan seorang ulama yang berangkat dari pemahaman keagamaan dan penelitian. Kitab matan merupakan kitab paling standar dan paling ringkas.

2. Kitab Syarah

Kitab yang satu ini berisi tentang komentar dan penjelasan ulama mengenai hasil pemikiran ulama atau pengarang kitab.

3. Kitab Hasyiyah

Kitab kuning ini berisikan komentar ulama yang mengomentari kitab syarah. Kitab ini selain memahami komentar ulama tentang kitab sebelumnya, juga tingkat kesulitan kitab ini cukup tinggi. Sehingga membutuhkan ilmu dan pengalaman yang tinggi.

Kitab kuning merupakan salah satu media pembelajaran utama pesantren di Indonesia, yang memuat berbagai ilmu agama Islam. Mempelajari kitab kuning sebagai tolak ukur pemahaman para santri tentang bahasa Arab gundul. (MZM)