Konten dari Pengguna

Pengertian Kitab Zabur yang Allah Turunkan Melalui Nabi Daud AS

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kitab Zabur. Sumber: https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kitab Zabur. Sumber: https://www.freepik.com/

Sebagai umat Islam, megimani kitab-kitab Allah SWT adalah suatu kewajiban dalam rukun iman ketiga. Sepanjang sejarah, Allah SWT menurunkan 4 kali kitab kepada para rasulnya. Sebagaimana dalam Surat Al Baqarah ayat 4 yang artinya,

Dan mereka yang beriman kepada kitab (Alquran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.”

Salah satu dari keempat kitab yang Allah turunkan kepada para rasulnya adalah kitab Zabur yang diturunkan melalui Nabi Daud ‘alaihissallam.

Pengertian Kitab Zabur yang Allah Turunkan Melalui Nabi Daud AS

Kata Zabur berasal dari kata zabara yang artinya "menulis dengan sempurna". Kitab Zabur merupakan kitab kedua yang Allah SWT dalam bentuk tulisan melalui Nabi Daud ‘alaihissallam sebagai petunjuk dan peringatan kepada Bani Israil serta para pengikutnya.

Nabi Daud menerima Kitab Zabur yang dijelaskan dalam Al-Quran Surat An Nisa ayat 163 yang artinya,

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.”

Ilustrasi kitab Zabur yang Allah turunkan kepada Nabi Daud 'alaihissallam. Sumber: https://www.freepik.com/

Adapun isi dari kitab Zabur sebagaimana yang dikutip dari buku berjudul Akidah dan Akhlak karya Taofik Yusmansyah dan Aminudin (2008: 7), kitab Zabur adalah kitab yang Allah turunkan untuk meneruskan syariat dari kitab Taurat. Namun Allah tambahkan beberapa hal terutama ketika keadaan orang-orang di masa Nabi Daud, yakni:

  1. Memberi kabar gembira bahwa akan diwariskan kepada hamba yang sholeh.

  2. Memberi peringatan agar manusia tidak mengingkari keberadaan Allah SWT.

  3. Memberi pelajaran bagi manusia untuk mengambil hikmah dari pengalaman hidup sehari-hari.

  4. Memberi peringatan agar manusia senantiasaa memuji dan bersyukur kepada Allah SWT.

  5. Penjelasan dan peringatan, bahwa kebaikan akan dibalas dengan pahala dan kebahagiaan. Sedangkan kejahatan akan dibalas siksa atua kesengsaraan.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al Anbiya ayat 105 yang artinya,

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang sholeh.”

Demikian penjelasan pengertian kitab Zabur yang Allah turunkan kepada Nabi Daud ‘alaihissallam sebagai peringatan kepada Bani Israil dan para pengikutnya untuk senantiasa beribadah kepada Allah SWT. (MZM)