Konten dari Pengguna

Pengertian Mad Jaiz Munfasil dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apabila mad thabi’i bertemu dengan hamzah namun lain kalimat, maka hukumnya adalah. Sumber: pexels/pok rie
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apabila mad thabi’i bertemu dengan hamzah namun lain kalimat, maka hukumnya adalah. Sumber: pexels/pok rie

Apabila mad thabi’i bertemu dengan hamzah namun lain kalimat, maka hukumnya adalah mad jaiz munfasil. Mad adalah sebuah istilah untuk tanda baca atau harakat dalam abjad bahasa Arab.

Mad secara harfiah bermakna melanjutkan atau melebihkan. Secara istilah, mad dapat diartikan sebagai tanda bunyi panjang dalam bahasa Arab.

Hukum Mad Thabi’i Bertemu dengan Hamzah namun Lain Kalimat

Ilustrasi apabila mad thabi’i bertemu dengan hamzah namun lain kalimat, maka hukumnya adalah. Sumber: pexels/mukhtar shuaib mukhtar

Pengertian mad menurut bahasa artinya adalah memanjang serta menambah. Sedangkan menurut istilah, mad artinya memanjangkan suara dengan salah satu huruf dari huruf-huruf mad (asli).

Huruf mad seperti yang dimaksudkan dalam definisi di atas itu ada tiga, yakni alif, wawu, dan ya'. Ketiganya merupakan huruf-huruf dasar mad.

Secara umum, bacaan mad terbagi menjadi 2 saja, yaitu mad thabi'i (mad asli) dan mad far'i (mad cabangnya atau bagiannya). Dari mad far'i ini, dibagi lagi hukum mad menjadi berbagai macam bacaan mad.

Mad far'i secara bahasa artinya cabang. Sedangkan menurut istilah mad far'i adalah mad yang merupakan hukum tambahan dari mad asli (sebagai hukum asalnya), yang disebabkan oleh hamzah atau sukun.

Salah satu dari macam bacaan mad fa'i adalah mad jaiz munfasil. Mengutip buku BTQ dan Tahfidz Kelas VII, VIII, IX SMP Nurul Huda, KH. Mahir M Soleh, Lc, Haunika Wati, M. Pd, Mutiara Harmaida, S. Pd (2022), apabila mad thabi’i bertemu dengan hamzah namun lain kalimat, maka hukumnya adalah mad jaiz munfasil.

Jaiz sendiri berarti boleh, sedangkan munfashil memiliki arti terpisah. Untuk membaca mad ini adalah seperti mad wajib muttasil dan boleh juga seperti mad thobi'i.

Contoh hukum bacaan mad jaiz mumfasil dalam Alquran Surat An-Nisa adalah sebagai berikut.

  1. Ayat ke 43 pada lafadz مَّرْضٰٓى اَوْ

  2. Ayat ke 43 pada lafadz يٰٓاَيُّهَا

  3. Ayat ke 47 pada lafadz يٰٓاَيُّهَا

  4. Ayat ke 47 pada lafadz عَلٰٓى اَدْبَارِهَآ

  5. Ayat ke 47 pada lafadz اَدْبَارِهَآ اَوْ

Baca Juga: Bacaan Surat Al Ikhlas dalam Arab, Latin, Terjemahan dan Keutamaannya

Jadi, sudah paham apabila mad thabi’i bertemu dengan hamzah namun lain kalimat, maka hukumnya adalah mad jaiz mumfasil. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk belajar tanda baca atau harakat dalam abjad bahasa Arab. (ARD)