Pengertian Mahabharata dalam Agama Hindu dan Ringkasan Ceritanya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Mahabharata berasal dari India dan telah lama dikenal di Indonesia. Pengertian Mahabharata diambil dari ajaran Hindu, karena ditulis oleh tokoh penting dari agama tersebut.
Cerita Mahabharata adalah kisah atau wiracarita sastra Hindu klasik. Ceritanya sendiri, sesuai dengan namanya, berkutat seputar keluarga Bharata.
Pengertian Mahabharata yang Menarik Diketahui
Kisah Mahabharata disukai, karena bercerita tentang rakyat jelata dan banyak mengandung pesan moral. Berdasarkan buku Ajaran-Ajaran Emas Ramayana-Mahabharata, Petir Abimanyu (2014:125), pengertian Mahabharata adalah sebagai berikut.
Mahabharata adalah sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh begawan Byasa atau Vyasa dari India. Byasa (dalam pewayangan disebut Resi Abiyasa) adalah figur penting dalam agama Hindu.
Ia bergelar Weda Wyasa, yakni orang yang mengumpulkan berbagai karya para resi dari masa sebelumnya, membukukannya, dan kumpulan karya itu dikenal sebagai Weda.
la juga dikenal dengan nama Krishna Dwaipayana. Krishna adalah seorang filsuf sekaligus sastrawan India yang menulis epos terbesar di dunia, Mahabharata.
Sebagian riwayat hidupnya diceritakan dalam kitab ini. Secara garis besar, Mahabharata adalah kisah Pandawa ketika menuntut kembali hak mereka atas tahta kerajaan.
Ringkasan Cerita Mahabharata
Ringkasan delapan belas buku (parwa) epos Mahabharata, dikutip dari buku Mahabharata, Nyoman Pendit (2010:19), yaitu.
Adiparwa memuat asal-usul dan sejarah keturunan keluarga Kaurawa dan Pandawa.
Sabhaparwa melukiskan persidangan antara kedua putra mahkota Kaurawa dan Pandawa, kalahnya Yudhistira dalam permainan dadu, dan pembuangan Pandawa ke hutan.
Wanaparwa menceritakan kehidupan Pandawa dalam pengembaraan di hutan Kamyaka.
Wirataparwa mengisahkan kehidupan Pandawa dalam penyamaran selama setahun di Negeri Wirata.
Udyogaparwa memuat usaha dan persiapan Kaurawa dan Pandawa untuk menghadapi perang besar di padang Kurukshetra.
Bhismaparwa menggambarkan balatentara Kaurawa di bawah pimpinan Bhisma bertempur melawan musuh-musuh mereka.
Dronaparwa menceritakan berbagai pertempuran, strategi dan taktik yang digunakan oleh balatentara Kaurawa.
Karnaparwa menceritakan peperangan di medan Kurukshetra.
Salyaparwa menceritakan bagaimana Salya sebagai mahasenapati balatentara Kaurawa yang terakhir memimpin pertempuran.
Sauptikapurwa menggambarkan penyerbuan dan pembakaran perkemahan Pandawa.
Striparwa menceritakan tentang banyaknya janda dari kedua belah pihak yang bersama dengan Dewi Gandhari, permaisuri Raja Dritarastra.
Shantiparwa berisi ajaran-ajaran Bhisma kepada Yudhistira mengenai moral dan tugas kewajiban seorang raja.
Anusasanaparwa berisi berpulangnya Bhisma ke surgaloka.
Aswamedhikaparwa menggambarkan jalannya upacara Aswamedha.
Asramaparwa menampilkan kisah semadi Raja Dritarastra, Dewi Gandhari dan Dewi Kunti di hutan.
Mausalaparwa menggambarkan kembalinya Balarama dan Krishna ke alam baka.
Mahaprashthanikaparwa menceritakan ketika Yudhistira meninggalkan takhta kerajaan.
Swargarohanaparwa menceritakan saat Yudhistira, Bhima, Arjuna, Nakula, Sahadewa dan Draupadi sampai di pintu gerbang surga.
Baca juga: Mengenal Panengahe Pandhawa, Tokoh Penting dalam Cerita Mahabarata
Pengertian Mahabharata adalah epos yang melukiskan peristiwa dalam kitab-kitab suci agama Hindu. Keseluruhan cerita ini terbagi menjadi 18 jilid atau parwa. (DK)
