Pengertian Majas Metafora dan Jenis-Jenis Majas Lain dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian majas metafora adalah perbandingan secara implisit antara dua hal berbeda. Majas digunakan dalam bahasa Indonesia untuk memperindah bahasa. Selain majas metafora, ada beberapa jenis majas lainnya.
Setiap jenis majas dipelajari pada pelajaran Bahasa Indonesia. Majas-majas akan lebih mudah dipahami dengan adanya contoh.
Pengertian Majas Metafora
Apa itu majas metafora? Sebelum mencari arti majas metafora, pahami apa yang dimaksud dengan majas terlebih dahulu. Mengutip dari Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Unggul Kelas XII, Darmayanti dan Hidayati (2008:57), majas merupakan bahasa kias.
Majas adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meninggikan dan meningkatkan efek dengan cara membandingkan sesuatu dengan hal lain yang lebih umum. Majas dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan.
Salah satu bagian dari majas perbandingan adalah majas metafora. Pengertian majas metafora adalah perbandingan yang dilakukan secara implisit antara dua hal yang berbeda. Pada majas ini perbandingan dilakukan secara langsung. Perhatikan contoh berikut.
Aku adalah binatang jalang dari kumpulannya terbuang.
Engkaulah Putri Duyung.
Jenis-Jenis Majas Lain dalam Bahasa Indonesia
Seperti yang sudah disebutkan, ada beberapa majas dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Majas Perbandingan
Majas perumpamaan: Perbandingan dua hal yang berlainan dan dengan sengaja dianggap sama. Majas ini menggunakan kata-kata seperti, bagai, ibarat, bak, laksana, dan lainnya. Contoh: Wajahnya putih laksana kapas.
Personifikasi: Majas yang melekatkan sifat manusiawi pada benda tidak bernyawa dan ide abstrak. Contoh: Bahkan debu pun tak pernah paham, mengapa jejak-jejak itu selalu di situ.
2. Majas Pertentangan
Hiperbola: Majas yang melebih-lebihkan hal yang dimaksudkan. Majas ini bertujuan untuk mendapat perhatian pembaca. Contoh: Aku takut negara ini akan runtuh.
Litotes: Kebalikan dari hiperbola, majas ini mengurangi kekuatan pernyataan yang sebenarnya. Contoh: Rumah sederhana ini adalah hasil usaha kami selama bertahun-tahun. (Padahal, rumahnya mewah)
3. Majas Pertautan
Metonimia: Majas yang menggunakan nama suatu barang untuk hal lain yang sangat berkaitan dengan barang itu. Contoh: Saya lebih suka Gigi karena lirik lagunya penuh makna. (Gigi yang dimaksud adalah band Gigi)
Alusio: majas yang menunjuk secara tidak langsung peristiwa atau tokoh berdasarkan anggapan adanya pengetahuan bersama. Contoh: Tugu ini dibuat untuk mengenang peristiwa Bandung Lautan Api.
Baca juga: Pengertian, Contoh Peribahasa, dan Lawan Kata Harmoni
Demikian penjelasan tentang pengertian majas metafora dan jenis-jenis majas lain dalam bahasa Indonesia. Semoga materi yang diberikan bisa menambah wawasan. (KRIS)
