Pengertian Makna Konotasi dan Denotasi Lengkap dengan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makna konotasi dan denotasi merupakan dua jenis makna yang dapat ditemukan dalam berbagai jenis teks yang kita baca setiap hari. Untuk mengetahui pengertian makna konotasi dan denotasi beserta contoh kalimatnya, mari kita simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Makna Konotasi dan Denotasi pada Bacaan
Dalam berbagai jenis teks yang kita baca setiap hari, terdapat berbagai makna yang terkandung dalam tiap kata dan kalimat yang tertulis di dalamnya. Jenis makna yang cukup umum dijumpai dalam bacaan adalah makna konotasi dan makna denotasi. Kedua makna ini memiliki pengertian yang berbeda. Makna konotasi umumnya disamakan dengan makna kias atau makna yang tidak sebenarnya.
Lebih lengkap, penjelasan mengenai definisi makna konotasi dalam suatu kalimat dipaparkan dalam buku berjudul Apresiasi Puisi (Teori dan Aplikasi) yang disusun oleh Zherry Putria Yanti, M.Pd. Atika Gusriani, M.Pd (2022: 43) yang memaparkan bahwa sebuah kata disebut mempunyai makna konotasi apabila kata itu mempunyai “nilai rasa,” baik positif maupun negatif.
Dalam buku tersebut juga dipaparkan bahwa jika tidak memiliki rasa maka dikatakan tidak memiliki konotasi. Makna konotasi dapat disebut dengan makna tambahan atau makna kiasan. Makna konotatif dapat berubah dari waktu ke waktu. Misalnya pada kata ceramah, dulu kata ini berkonotasi negatif yang berarti cerewet, tetapi sekarang berkonotasi positif.
Berdasarkan pemaparan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa makna konotasi dalam suatu teks merupakan kalimat atau kata yang mengandung arti kias. Umumnya, kalimat bermakna konotasi digunakan dalam karya sastra seperti pantun, puisi, dan karya sastra lainnya. Penggunaan kalimat bermakna konotasi ini dilakukan agar tulisan yang dibuat terlihat lebih indah dan bermakna.
Berbeda dengan konotasi, kalimat dengan makna denotasi memiliki makna kata yang sesungguhnya. Hal ini selaras dengan yang disebutkan dalam buku berjudul Buku Pintar Bahasa Indonesia SD untuk Kelas 4, 5, & 6 yang disusun oleh Enung Nuraeni, M.Pd, Tim Elpena (2010: 131).
Dikutip dari buku tersebut bahwa makna denotasi adalah makna kata yang sesungguhnya. Kata yang bermakna denotatif dipakai dalam tulisan ilmiah dan percakapan resmi. Kata yang bermakna denotatif berhubungan dengan informasi atau pernyataan yang bersifat faktual. Berikut ini contoh kalimat yang mengandung makna denotasi.
Untuk mengenal seperti apa makna konotasi dan denotasi dalam sebuah kalimat, berikut ini adalah beberapa contoh kalimat dengan makna konotasi dan denotasi:
1. Kata: bunga
Kalimat dengan makna denotasi: bunga melati memiliki aroma yang khas dan menenangkan
Kalimat dengan makna konotasi: Rina dikenal sebagai salah satu bunga desa yang banyak disukai orang-orang di sekitarnya.
2. Kata: cakar ayam
Kalimat dengan makna denotasi: susunan makanan yang ditata di atas meja rusak seketika karena kena cakar ayam
Kalimat dengan makna konotasi: tulisan yang ada dalam tembok itu seperti cakar ayam sehingga sulit dibaca
3. Kata: hancur berkeping-keping
Kalimat dengan makna denotasi: guci mahal milik Tono jatuh dan hancur berkeping-keping karena tersenggol kucingnya.
Kalimat dengan makna konotasi: Hati Rania hancur berkeping-keping setelah melihat benda kesayangannya jatuh dari atas lemari bajunya.
Pemaparan ringkas mengenai pengertian makna konotasi dan denotasi dalam bacaan beserta contoh penggunaannya dapat Anda ketahui untuk memperdalam pengetahuan Anda, khususnya mengenai makna yang terkandung dalam suatu bacaan. (DAP)
