Pengertian, Manfaat, dan Keutamaan Silaturahmi dalam Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Manusia memerlukan individu lain, harus berinteraksi satu sama lainnya.
Dalam agama Islam, kita biasa menyebut interaksi sosial sebagai bentuk silaturahmi. Silaturahmi perlu dilakukan karena hal tersebut memang dianjurkan dalam agama Islam dan hukumnya adalah wajib. Lalu, apa itu silaturahmi?
Pengertian silaturahmi merupakan suatu kegiatan yang umum dilakukan saat momen hari raya idul fitri. Secara bahasa, silaturahmi diambil dari kata “shafa” yang berarti kerabat dan kata “rahim” yang artinya kerabat.
Adapun rahim juga bisa diartikan kasih sayang atau menjalin hubungan karena berasal dari kata “Ar Rahman”. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai manfaat dan keutamaan silaturahmi dalam agama Islam.
Baca juga: 7 Manfaat Silaturahmi Menurut Islam
Manfaat dan Keutamaan dari Silaturahmi
Menurut buku Akidah dan Akhlak Madrasah Tsanawiyah yang ditulis oleh Harjan Syuhada dan Abdillah Fida, silaturahmi perlu dijaga karena memang dianjurkan dalam agama Islam dan hukumnya adalah wajib. Keutamaan silaturahmi menurut Islam dapat ditemukan dalam beberapa hadis berikut:
1. Silaturahmi dapat menyambung hubungan-hubungan yang putus
Terdapat banyak ayat al–Quran dan hadis yang memerintahkan kita untuk menyambung tali silaturahmi. Salah satunya hadis tentang silaturahmi adalah hadis riwayat Imam Bukhari yang berbunyi:
“Man ahabba ayyubsatho lahu firrizqi, wa yunsa'a lahu fi atsarihi wal yashil rahimahu”
Artinya: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim”.
2. Silaturahmi mampu mendekatkan diri kepada Allah
Menurut hadis Riwayat Abu Hurairah yang berbunyi “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”. Hadis tersebut menunjukan silaturahmi dapat menjadi tanda keimanan seorang Muslim.
3. Silaturahmi dapat menjadi kunci masuk surga
Allah berjanji mendekatkan surga kepada hamba-hambanya yang menjaga silaturahmi dengan sesamanya, hal tersebut tertuang dalam hadits yang berbunyi:
“Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Demikian pengertian, manfaat, dan keutamaan silaturahmi menurut Islam yang penting dipahami oleh umat Muslim, semoga pembaca dapat memahaminya dan mengamalkanya, Amin! (CHL)
