Pengertian Nisab dan Haul dan Ukurannya Menurut Jenis Harta

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zakat merupakan salah satu pilar dalam Rukun Islam. Membayar zakat merupakan kewajiban bagi umat muslim yang mampu. Zakat memiliki ketentuan masing masing yang harus diperhatikan dalam pembayarannya. Simak pengertian nisab dan haul berdasarkan jenis harta yang dimiliki.
Dalil dalam menunaikan zakat tertera dalam QS Al Baqarah:110,
"Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala-Nya dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan".
Pengertian Nisab dan Haul
Diambil dari buku Masyarakat Kota Semarang dan Filantropi Islam (2021:89),
"Nisab adalah batasan minimal harta yang wajib dikenakan zakat, sedangkan haul adalah batasan waktu pada harta yang diwajibkan dikeluarkan zakat atas harta tersebut".
Ukuran Nisab dan Haul Berdasarkan Harta
Emas. Zakat yang dikenakan atas kepemilikan harta emas nisabnya sebesar 85 gram, dengan haul selama setahun.
Perak. Zakat Perak wajib dibayar jika kepemilikannya sudah mencapai nisab 595 gram dalam kurun waktu setahun.
Penghasilan. Zakat yang wajib dibayar atas harta yang berasal dari pendapatan dan jasa. Ketentuan nisabnya sebesar 85 gram emas, dan wajib ditunaikan saat pekerja menerima upah atau pembayaran.
Perniagaan. Zakat yang wajib ditunaikan oleh mereka yang mendapat harta dari hasil perdagangan. Nisab zakat harta perniagaan senilai 85 gram emas dalam jangka setahun.
Uang, Obligasi, Saham dan Surat Berharga Lainnya. Mereka yang memiliki harta dalam bentuk Obligasi, Saham, atau simpanan uang, wajib dibayarkan zakatnya apabila sudah mencapai nisab 85 gram emas dengan haul setahun.
Properti. Umat muslim yang memiliki aset berupa properti dan menghasilkan harta, diwajibkan membayar zakat bila penghasilan bersihnya mencapai 85 gram emas dalam setahun.
Pertanian. Harta yang diperoleh dari hasil pertanian, perkebunan, atau hutan, wajib dizakati apabila telah mencapai nisab 653 kg beras pada waktu panen.
Peternakan. Mereka yang bergelut di bidang peternakan dan memiliki harta berupa hewan ternak, diwajibkan membayar zakat apabila sudah mencapai nisab 30 ekor sapi, atau 40 ekor kambing dengan haul 1 tahun.
Setelah mengetahui pengertian nisab dan haul serta ketentuannya berdasarkan kategori harta, semoga kita lebih cermat lagi dalam membayar zakat atas harta yang dimiliki.(DK)
