Pengertian Olahraga Tolak Peluru, Teknik, dan Aturannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik yang cukup diminati. Hal ini dibuktikan dengan dikompetisikannya cabang ini di Olimpiade, Asian Games, dan Sea Games. Banyak orang yang bertanya tentang jelaskan pengertian olahraga tolak peluru.
Pasalnya, banyak orang yang masing asing dengan olahraga yang satu ini. Di sisi lainnya, banyak juga yang bertanya tentang teknik dan aturan bermain dari olahraga tolak peluru.
Pengertian Olahraga Tolak Peluru
Dikutip dari buku Mengenal Olahraga Atletik (Cabang lari dan lempar) oleh Enik Yuliatin dan Haryanto (2012), jawaban dari pertanyaan jelaskan pengertian olahraga tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak suatu benda yang berbentuk bulat dengan berat tertentu yang terbuat dari logam (peluru) untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya dengan menggunakan beberapa bentuk gaya.
Tolak peluru adalah salah satu nomor lempar dalam cabang atletik, sesuai dengan namanya maka peluru ditolak bukan dilempar dalam rangka mencapai jarak yang akan ditempuh.
Ukuran dan berat peluru disesuaikan dengan pengguna dan kelasnya, di antaranya:
Senior Putra: 7,257 kg
Senior Putri: 4 kg
Junior Putra: 5 kg
Junior Putri: 3 Kg
Teknik Tolak Peluru
Untuk melakukan tolak peluru, teknik untuk melakukannya yakni:
Berdiri dengan kedua kaki dibuka lebar dan membelakangi arah tolakan.
Badan rileks, angkat kaki kiri, dan bungkukkan badan ke depan.
Siku lengan kiri dibengkokkan sehingga tangan berada di depan dada untuk menjaga keseimbangan. Badan bertumpu pada pangkal ujung kaki kanan serta berat badan berada di kanan.
Pegang peluru dengan tangan kanan secara baik.
Ayun-ayunkan kaki kiri ke depan dan belakang.
Tolakan dimulai dengan menggeser kaki kanan ke arah tolakan dengan cepat.
Pada saat geseran selesai, kaki kanan tetap pada posisi setengah jongkok dengan telapak kaki menumpu kuat pada tanah. Badan diputar ke arah tolakan dan lutut diluruskan dengan menolak kuat pada tanah.
Selanjutnya, peluru ditolakkan dengan meluruskan lengan ke atas ke arah tolakan (membentuk sudut 45°).
Ketika peluru dilepaskan, kaki kanan menggantikan posisi kaki kiri. Kaki kiri diangkat ke belakang-atas untuk menjaga keseimbangan.
Aturan Tolak Peluru
Dalam melakukan olahraga tolak peluru, terdapat beberapa aturan yang perlu diperhatikan, antara lain:
Pelempar harus bersiap setelah diumumkan namanya dan memiliki waktu 60 detik untuk memulai gerakan.
Atlet bisa menggunakan tapping pada jari untuk keselamatan. Akan tetapi dilarang menggunakan sarung tangan.
Posisi peluru harus berada di dekat leher sepanjang gerakan. Apabila peluru lepas dan tidak menempel dekat leher, maka dinilai tidak sah.
Gerakan hanya menggunakan satu tangan dan tolakan harus berada di atas bahu.
Kaki pelempar tidak boleh bergerak keluar lingkaran atau papan penghenti.
Tolakan sah apabila peluru mendarat pada sektor pendaratan dengan sudut 34,92°.
Pelempar tidak boleh meninggalkan lingkaran sebelum bola mendarat.
Apabila hendak meninggalkan lapangan dari belakang.
Baca Juga: Sudut Sektor Tolak Peluru yang Tepat
Itulah penjelasan singkat tentang pengertian olahraga tolak peluru, teknik, dan aturannya. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk memulai berlatih cabang olahraga atletik yang satu ini.(MZM)
