Pengertian Ontologis dan Ruang Lingkupnya dalam Kajian Filsafat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Filsafat merupakan ilmu tertua di muka bumi. Ilmu ini mulai ada sejak manusia ada di kehidupan ini. Filsafatlah yang menjadi dasar dari ilmu berpikir hingga akhirnya memunculkan berbagai ilmu yang kita kenal di era modern seperti ini.
Dalam kajian filsafat sendiri terdapat berbagai cabang ilmu lagi. Salah satu cabang ilmu tersebut adalah ontologis. Ontologis adalah salah satu kajian filsafat yang berasal dari Yunani dan paling kuno.
Jika kamu penasaran dengan ilmu yang satu ini, kamu bisa menyimak pembahasannya di bawah ini.
Baca juga: Sejarah Filsafat dan Macam-Macam Filsafat di Dunia
Ontologi dalam Kajian Filsafat
Mengutip laman uin-malang.ac.id, ontologi merupakan azas dalam menetapkan batas ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahan serta penafsiran tentang hakikat realitas (metafisika) (Jujun, 1986 :2).
Masih dalam laman yang sama dijelaskan bahwa ontologi meliputi permasalahan apa hakikat ilmu itu, apa hakekat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan itu, yang tidak terlepas dari pandangan tentang apa dan bagaimana yang ada (being) itu.
Selain itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia juga disebutkan bahwa ontologi merupakan kata benda yang berarti cabang ilmu filsafat yang berkaitan erat dengan hakikat hidup.
Dalam filsafat, ontologi sering dikaji bersama epistemologi dan aksiologi. Hal ini disebabkan ontologi bisa menjawab pertanyaan “apa”, lalu epistemologi bisa menjawab pertanyaan “bagaimana”, dan aksiologi bisa menjawab pertanyaan “untuk apa”.
Di samping itu, ada beberapa filsuf Yunani yang mempunyai pandangan dengan sifat ontologis. Mereka adalah Thales, Aristoteles, dan Plato yang hidup sebelum Masehi.
Ruang Lingkup Ontologi
Di atas sudah disinggung bahwa ontologi adalah ilmu yang berbicara tentang hakikat dari realitas. Dengan demikian, ontologi memiliki ruang lingkup pembahasan sebagai berikut:
Apa objek yang sudah ditelaah oleh ilmu?
Bagaimana wujud hakiki dari objek yang ditelaah itu?
Bagaimana hubungan antara objek tersebut dengan manusia yang bisa berpikir, merasakan, serta mengindera yang menghasilkan pengetahuan?
Bagaimana proses yang membuat pengetahuan yang berupa ilmu menjadi mungkin ditimba?
Demikian pengertian dan ruang lingkup ontologi dalam ilmu filsafat. Sampai saat ini, ilmu tersebut masih dipelajari bersama ilmu pengetahuan lainnya. (LOV)
