Pengertian Padat Karya dan Prinsip Kerjanya dalam Ekonomi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Padat karya adalah salah satu istilah di bidang pembangunan ekonomi. Program padat karya umumnya dilakukan pada proyek infrastruktur, transportasi, dan pemberdayaan masyarakat desa.
Padat karya tetap dibutuhkan di era gempuran teknologi saat ini. Seperti diketahui, salah satu hasil teknologi adalah terciptanya mesin yang dapat menggantikan tenaga manusia.
Padat Karya adalah Program Pembangunan yang Fokus pada Tenaga Kerja, Ini Ulasannya
Padat karya adalah kegiatan pembangunan ekonomi yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan mesin. Padat karya sesuai diaplikasikan pada negara dengan sumber daya manusia melimpah, termasuk Indonesia.
Dikutip dari buku Bank Soal SBMPTN SOSHUM VOL I, Nina Yuliawati (2020:245), di Indonesia, industri padat karya masih menjadi andalan penyerapan tenaga kerja. Tujuan program padat karya adalah untuk mengurangi jumlah pengangguran.
Dalam kondisi perekonomian Indonesia saat ini, industri padat karya menjadi salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat. Pada akhirnya, tingkat konsumsi masyarakat dapat semakin terjaga.
Prinsip Kerja Padat Karya
Padat karya memiliki prinsip kerja yang harus diperhatikan sebagai syarat terlaksananya program tersebut. Berikut ini adalah prinsip kerja padat karya yang perlu diketahui:
Program padat karya harus bersifat inklusif, dan bukan eksklusif. Pelaksanaan program ini dilakukan dengan memperhatikan kapasitas tenaga kerja sesuai kebutuhan di masyarakat.
Padat karya bersifat gotong royong dan partisipatif. Program ini harus melibatkan masyarakat yang sangat membutuhkan pekerjaan, sesuai konsep “dari, oleh, dan untuk masyarakat".
Padat karya yang akan dilaksanakan harus efektif, yaitu memiliki dampak atau hasil yang jelas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi di setiap daerah, terutama pedesaan.
Setiap pelaksanaan padat karya juga harus dikerjakan secara transparan dan akuntabel. Program tersebut dapat diukur secara jelas, teknis, moral, hingga administratif.
Berdasarkan tujuan utamanya, maka pelaksanaan padat karya harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Kepentingan yang sesuai dengan tujuannya antara lain:
Dapat membuka lapangan pekerjaan
Mengurangi tingkat pengangguran
Mengentaskan angka kemiskinan
Mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat
Baca juga: Lima Fase Pembangunan Ekonomi menurut Rostow dan Penjelasannya
Padat karya adalah program pembangunan yang melibatkan banyak tenaga kerja manusia dibandingkan mesin. Tujuan program ini yaitu mengurangi jumlah pengangguran.(DK)
