Pengertian Panca Yadnya dan Pembagiannya dalam Ajaran Hindu

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seluruh umat Hindu di Bali wajib mengetahui pengertian Panca Yadnya. Panca Yadnya berlaku sejak manusia lahir hingga meninggal dunia
Panca Yadnya termasuk ke dalam jenis Yadnya yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali. Oleh sebab itu penting untuk memahami pengertian dan bagian-bagian dari Panca Yadnya.
Pengertian Panca Yadnya dalam Ajaran Hindu
Apa pengertian Panca Yadnya? Dikutip dari buku Upacara Manusa Yadnya (Sarira Samskara) di Bali: Tinjauan dari Sudut Pandang Filosofi Sosiologis, dan Religiosains, Adnyana dan mardika (2022), Panca Yadnya berasal dari dua suku kata; “Panca” yang artinya lima dan “Yadnya” yang artinya persembahan.
Secara sederhana Panca Yadnya memiliki arti lima jenis persembahan suci yang tulus dan juga ikhlas. Panca Yadnya dalam ajaran Hindu adalah bentuk kewajiban yang harus dilakukan atau dilaksanakan.
Hal tersebut karena Ida Sang Hyang Widhi Wasa telah menciptakan alam semesta dan isinya didasarkan Yadnya. Maka dari itu, manusia harus memelihara. Menjaga keharmonisan, dan mengembangkan alam semesta berlandaskan pada Yadnya.
Istilah Panca Yadnya ini lahir karena hutang hidup manusia. Hutang tersebut harus dibayar dan disebut sebagai Rna. Di dunia ini, manusia memiliki tiga jenis hutang yang disebut dengan Tri Rna. Berikut Tri Rna dalam Hindu.
Dewa Rna atau yang disebut hutang kepada Tuhan yang menciptakan manusia
Pitra Rna atau hutang kepada Pitara yang memberikan kasih
Rsi Rna atau hutang kepada guru rohani atas tuntunan hidup
Pembagian Panca Yadnya
Panca Yadnya memiliki beberapa bagian. Berikut bagian-bagian dari Panca Yadnya.
1. Dewa Yadnya
Dewa Yadnya adalah Yadnya yang wajib dipersembahkan. Hal itu karena Dewa Yadnya merupakan persembahan yang dilakukan kepada Tuhan serta segala manifestasi-Nya. Dewa Yadnya ini timbul karena adanya Dewa Rna.
2. Rsi Yadnya
Kedua adalah Rsi Yadnya. Rsi Yadnya merupakan persembahan kepada Rsi (pendeta, guru, orang suci). Tujuan dari Rsi Yadnya adalah wujud rasa terima kasih.
3. Pitra Yadnya
Pelaksanaan Panca Yadnya yang ketiga merupakan Pitra Yadnya. Pitra Yadnya adalah persembahan kepada leluhur yang telah meninggal dan termasuk persembahan kepada orang tua.
4. Manusa Yadnya
Manusa Yadnya adalah persembahan kepada sesama manusia, bentuk persembahannya dapat berupa moril atau materiil.
5. Bhuta Yadnya
Bhuta Yadnya artinya adalah persembahan kepada makhluk yang derajatnya lebih rendah dari manusia, tujuannya adalah mengharmoniskan lingkungan hidup.
Baca juga: Mengenal Tugas Orang Suci Agama Hindu
Dapat disimpulkan bahwa pengertian Panca Yadnya adalah persembahan suci yang ikhlas dan tulus. Semoga penjelasan tentang Panca Yadnya dapat menambah pengetahuan mengenai agama Hindu khususnya di Bali. (FAR)
