Pengertian Paragraf, Ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paragraf adalah gabungan beberapa kalimat menjadi satu dan unsur penting dalam sebuah tulisan. Saat belajar mengenai sastra, esai, artikel, atau topik-topik lainnya akan berkaitan erat dengan paragraf.
Tujuan adanya paragraf ini adalah untuk memudahkan pengertian dan pemahaman. Paragraf pun dibagi menjadi beberapa jenis dan memiliki ciri-ciri tersendiri.
Pengertian dan Ciri Paragraf
Dikutip dari buku Pengembangan Keterampilan Menulis Paragraf karya Munirah (2021: 27), paragraf adalah sekelompok kalimat yang berkembang secara logis satu subjek.
Kata paragraf diserap ke dalam bahasa Indonesia dari kata Inggris paragraf, sedangkan kata alinie dari bahasa Belanda dengan ejaan yang sama.
Kata Belanda itu sendiri berasal dari kata Latin alinea yang berarti “mulai dari baris yang baru”. Kata Inggris paragraf terbetuk dari kata Yunani “para” yang berarti “sebelum” dan “grafein” yang berarti “menulis atau menggores”.
Selain itu paragraf juga dapat diartikan sebagai sekolompok kalimat yang logis mengembangkan satu subjek, karena setiap kalimat dalam paragraf adalah tentang subjek yang sama, setiap kalimat harus terhubung erat dengan kalimat sebelum dan kalimat sesudahnya.
Paragraf juga memiliki ciri atau karakteristik, antara lain sebagai berikut:
Setiap paragraf mengandung makna, pesan pikiran atau ide pokok pikiran atau ide pokok yang relevan dengan ide pokok keseluruhan karangan.
Paragraf umumnya dibangun oleh sejumlah kalimat.
Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi pikiran.
Paragraf adalah kesatuan koheren dan padat.
Kalimat-kalimat paragraf tersusun secara logis-sistematis.
Berdasarkan ciri-ciri paragraf di atas dapat dikatakan bahwa paragraf merupakan kumpulan kalimat yang tersusun secara logis dan sistematis yang memiliki satu kesatuan gagasan.
Jenis dan Contoh Paragraf
Paragraf dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi dan tata letaknya. Adapun jenis dan contoh paragraf yaitu sebagai berikut.
1. Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsinya
Deskripsi
Deskripsi merupakan jenis paragraf yang berisi kalimat-kalimat mendeskripsikan atau menggambarkan sesuatu. Contohnya paragraf deskripsi.
Bandung masih diselimuti kabut. Orang-orang baru satu dua yang lalu lalang. Kendaraan hanya kadang-kadang terdengar menderu.
Eksposisi
Eksposisi merupakan jenis paragraf yang menjelaskan sesuatu. Penjelasan atau pemerian sering kali bertolak dari satu definisi. Contoh paragraf eksposisi.
Bandung adalah salah satu ibu kota provinsi dari sekian banyak provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat. Sebagai ibu kota provinsi, Bandung juga amat dikenal sebagai kota Asia Afrika, yakni kota tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika.
Argumentasi
Argumentasi merupakan jenis paragraf yang berusaha meyakinkan bahwa hal yang dikemukakan adalah benar. Contoh paragraf argumentasi.
Hampir semua orang pernah tinggal di Kota Bandung menyatakan merasa betah tinggal di kota tersebut. Bahkan, umumnya mereka berusaha tetap tinggal di kota ini.
Narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang berusaha menceritakan peristiwa demi peristiwa yang dialami seorang tokoh. Contoh paragraf narasi.
Hari itu ia telusuri sudut demi sudut Kota Bandung yang amat dicintainya seolah-olah tidak mau ada satu pun sudut yang terlewat. Setiap sudut yang disinggahinya menyisakan kenangan amat mendalam baginya.
2. Jenis Paragraf Berdasarkan Tata Letaknya
Paragraf deduktif
Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf. Contohnya.
Kota Bandung adalah kota yang paling kami cintai. Kota ini lebih sejuk dari kota lain yang sama besarnya di Indonesia. Kota ini juga lebih aman dibandingkan kota lainnya. Kota ini lebih kaya ragam budayanya dibanding kota lainnya yang sejenis.
Paragraf induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Contohnya.
Penduduknya relatif terbuka terhadap unsur etnis yang berbeda-beda. Secara geografis, kota ini terletak di darah yang relatif tinggi tetapi tidak terlalu tinggi yang membuat badan kami membeku seperti es. Artinya, kota ini relatif sejuk. Itulah tiga hal yang membuat kami merasa amat kerasan tinggal di kota Bandung.
Paragraf deduktif-induktif
Deduktif-induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal dan akhir paragraf. Contohnya.
Secara geografis, kami tidak terlalu kaget dengan hawa kota Bandung yang sejuk, malah kami merasa amat nyaman dibuatnya. Itulah tiga faktor yang membuat kami lagi-lagi amat kerasan tinggal di kota Bandung: faktor ekonomi, faktor budaya, dan faktor geografis.
Paragraf tersebar
Paragraf tersebar adalah paragraf yang kalimat atau gagasan utamanya tersebar pada keseluruhan paragraf. Contohnya.
Tiba-tiba langit Kota Bandung berubah menjadi gelap gulita. Petir menyambar-nyambar. Angin menderu amat kencang, Listrik mati mendadak. Hujan datang mengguyur amat tiba-tiba.
Baca Juga: Struktur Teks Narasi dan Contoh-Contoh Kalimatnya
Itulah penjelasan mengenai pengertian paragraf lengkap dengan ciri, jenis, dan contohnya. Kesimpulannya, paragraf adalah kumpulan kalimat yang dijadikan menjadi satu yang menghasilkan tema tertentu. (Umi)
