Pengertian Paragraf Deskripsi, Jenis-Jenis, dan Cara Membuatnya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Indonesia memiliki berbagai jenis paragraf. Salah satunya adalah paragraf deskripsi. Untuk memahaminya, maka pengertian paragraf deskripsi perlu dipelajari.
Selain itu, jenis-jenis dan cara membuanya juga harus diketahui. Hal ini bisa membuat seseorang lebih memahami paragraf tersebut dan lebih siap ketika harus membuat salah satunya suatu hari nanti.
Pengertian Paragraf Deskripsi dan Jenis-Jenisnya
Mengutip buku Bahasa Indonesia 1 SMA Kelas X, Seri Sutarni, S.Pd dan Drs. Sukardi, M.Pd, pengertian paragraf deskripsi adalah sebagai berikut.
Paragraf yang menggambarkan sebuah objek secara rinci atau detail dilingkup dengan ilustrasi sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan mengamati sendiri objek yang sedang diceritakan.
Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa paragraf deskripsi merupakan paragraf yang berisi rincian dari suatu objek. Rincian ini ditulis agar menimbulkan kesan pada panca indra manusia. Oleh sebab itu, ppenulis akan membutuhkan data sebelum membuatnya.
Ada beberapa jenis paragraf deskripsi dalam bahasa Indonesia, yaitu.
Paragraf deskripsi objektif, yaitu paragraf yang berisi rincian dari seseorang atau hal lainnya dengan menuliskan identitas maupun ciri-cirinya sesuai fakta agar bisa dibayangkan oleh pembaca.
Paragraf deskripsi subjektif, yaitu paragraf yang berisi rincian dari suatu objek dengan menuliskan kesan atau tafsiran sesuai perasaan penulis
Paragraf deskripsi spasial, yaitu paragraf yang berisi rincian dari suatu tempat terjadinya suatu peristiwa
Baca juga: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Jenis Paragraf Eksposisi
Cara Membuat Paragraf Deskripsi
Ada tiga cara mudah untuk membuat paragraf deskripsi. Berikut penjelasannya.
1. Menentukan Topik
Seorang penulis harus menentukan topik terlebih dahulu mengenai paragraf deskripsi yang akan dibuat. Setelah itu, topik tersebut harus dipelajari dengan baik agar lebih memahami dan mudah untuk menuliskannya.
2. Membuat Kerangka
Setelah menentukan topik, penulis bisa membuat kerangka tentang apa saja yang akan ditulis. Dari sini, penulis bisa mulai mengumpulkan data-data yang dibutuhkan.
3. Menulis Paragraf Deskripsi
Jika kerangka sudah selesai, maka paragraf deskripsi bisa mulai ditulis. Setelah menulisnya, maka paragraf deskripsi bisa direvisi jika diperlukan.
Demikian pengertian paragraf deskripsi, jenis-jenis, dan cara membuatnya dalam bahasa Indonesia. Ulasan ini bisa menjadi panduan bagi siapapun yang ingin menulis paragraf tersebut. (LOV)
