Pengertian Pembidaian dalam Dunia Kesehatan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembidaian disebut juga dengan open book fracture. Istilah ini tentu sudah tidak asing dalam dunia kesehatan karena sering dipraktikkan dalam penanganan patah tulang. Jika masih awam, pengertian istilah ini perlu dipahami lebih lanjut.
Tindakan ini dilakukan untuk mengistirahatkan bagian tubuh yang patah. Upaya ini bertujuan untuk mencegah pergeseran tulang yang patah, sehingga tidak akan menimbulkan cedera yang baru.
Pengertian Pembidaian
Pembidaian disebut juga dengan open book fracture dalam dunia kesehatan. Mengutip buku Cedera Olahraga, Yusni (2019), upaya ini merupakan teknik imobilisasi eksternal bagian tubuh yang menderita patah tulang.
Caranya yaitu dengan memakai alat bernama bidai yang dipasang sesuai bentuk tubuh. Dengan begitu, maka tidak akan terjadi deformitas atau perubahan bentuk tubuh yang tidak anatomis.
Secara umum, bidal merupakan alat yang terbuat dari kayu, kardus, dan anyaman kawat, yang digunakan untuk menahan bagian tulang yang patah. Penggunaan alat ini juga dimaksudkan untuk meminimimalkan rasa sakit.
Prinsip dan Syarat Pembidaian
Beberapa patah tulang yang membutuhkan pertolongan dengan pembidaian yaitu patah tulang lengan dan patah tulang tungkai bawah. Berikut ini sejumlah prinsip dan syarat yang perlu diterapkan dalam melakukan pembidaian:
1. Prinsip Pembidaian
Lakukan pembidaian di tempat anggota tubuh yang mengalami cedera.
Lakukan pembidaian pada persangkaan patah tulang, sehingga tidak perlu harus dipastikan terlebih dahulu ada atau tidaknya patah tulang.
Melewati minimal dua sendi yang berbatasan.
2. Syarat Pembidaian
Ada sejumlah prinsip yang perlu diterapkan dalam melakukan pembidaian. Beberapa prinsip tersebut antara lain:
Alat-alat yang diperlukan harus tersedia dengan lengkap.
Bidai harus mencakup dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang, bidai diukur lebih dulu pada anggota tubuh korban yang tidak sakit.
Pastikan agar ikatan tidak terlalu keras atau terlalu kendor.
Bidai dibalut menggunakan pembalut sebelum digunakan.
Jumlah ikatan harus mencukupi, mulai dari bagian atas hingga bawah tempat yang patah.
Jika memungkinkan, anggota gerak tersebut ditinggikan usai dibidai.
Sepatu, jam tangan, gelang,dan alat pengikat harus dilepas.
Baca juga: Pertolongan Pertama pada Patah Tulang yang Perlu Diketahui
Jadi, dapat dipahami bahwa pembidaian disebut juga dengan open book fracture. Dengan menerapkan penanganan ini, rasa sakit akibat patah tulang bisa lebih diminimalisir. (DLA)
