Konten dari Pengguna

Pengertian, Penyebab, dan Teori Dejavu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dejavu adalah suatu perasaan pernah mengalami kejadian yang sebenarnya belum terjadi. (Foto: Elliotm Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dejavu adalah suatu perasaan pernah mengalami kejadian yang sebenarnya belum terjadi. (Foto: Elliotm Unsplash.com)

Dejavu adalah suatu perasaan pernah mengalami kejadian yang sebenarnya belum terjadi. Mungkin sebagian dari kalian pernah mengalami fenomena ini. Sesungguhnya, fenomena deja vu bukanlah hal yang aneh lagi.

Pasalnya, banyak orang yang pernah mengalaminya. Lantas apa yang dimaksud dengan dejavu? Apa saja penyebabnya? Artikel ini akan mengulas tuntas mengenai fenomena dejavu. Simak terus ya!

Baca juga: Apa Itu Dejavu dalam Bahasa Gaul? Ini Artinya

Pengertian dan Teori Dejavu

Ilustrasi Dejavu adalah suatu perasaan pernah mengalami kejadian yang sebenarnya belum terjadi. (Foto: Johannes Plenio | Unsplash.com)

Apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan dejavu? Mengutip buku dengan judul Rahasia menarik Keberuntungan karya Zazuli (2014), pengertian dejavu adalah suatu kondisi di mana seolah-olah Anda pernah mengalami peristiwa tersebut tapi anda tidak tahu kapan dan di mana anda mengalaminya.

Istilah dejavu berasal dari bahasa Perancis yakni “sudah pernah melihat. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh seorang ilmuwan yang juga filosofis bernama Emile Boirac di tahun 1876. Kemudian banyak ilmuwan lainnya yang meneliti tentang fenomena dejavu.

Menurut beberapa penelitian, satu diantara tiga orang pernah mengalami deja vu. Fenomena ini biasanya dapat berlangsung antara sepuluh hingga tiga puluh detik. Fenomena ini biasanya lebih sering muncul pada orang yang usianya masih muda sekitar umur lima belas hingga 25 tahun.

Penjelasan tentang dejavu sebenarnya sulit untuk dijelaskan. Sebab, penelitiannya bersifat retrospektif. Maka dari itu, muncul beberapa teori mengenai dejavu. Berikut dua diantaranya.

1. Temporal Lobe Seizure

Meskipun dejavu adalah fenomena yang normal. Namun, gejala dejavu juga banyak dialami oleh orang yang memiliki epilepsi sebelum kejang. Kejang ini disebut sebagai temporal lobe seizure. Maka dari itu, banyak yang mengatakan bahwa dejavu berkaitan dengan temporal lobe seizure.

2. Teori Memory Recall

Seorang profesor psikologi bernama Anne Cleary dari Colorado University melakukan penelitian. Hasilnya adalah dejavu terkait dengan ingatan. Dejavu terjadi karena respon peristiwa yang pernah dialami namun kita tidak mengingatnya.

Penyebab Terjadinya Fenomena Dejavu

Lantas apa penyebab terjadinya dejavu? Dejavu dapat terjadi jika terdapat kerusakan pada sirkuit otak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fenomena dejavu bersumber pada otak manusia.

Adanya kerusakan atau disfungsi otak ini umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, jika terjadi secara terus menerus, maka kamu harus segera memeriksakannya ke dokter spesialis.

Nah, itulah pengertian, teori, dan juga penyebab terjadinya fenomena dejavu. Apakah kamu pernah mengalaminya? (FAR)