Pengertian Peribahasa dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut KBBI, pengertian peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya. Biasanya, mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan).
Masih dalam KBBI, peribahasa juga memiliki makna ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.
Pengertian Peribahasa dan Contohnya
Mengutip buku Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTs Kelas VII, Dr. Agus Trianto (2007), pengertian peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang susunannya tetap, biasanya mengiaskan maksud tertentu. Peribahasa berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.
Sumber peribahasa dapat berasal dari penghayatan masyarakat terhadap kehidupan sehari-hari, ajaran agama, dan juga karya sastra. Daya tarik peribahasa terletak pada isinya yang ringkas dan padat; serta penggunaan persajakan, ironi, metafora, dan perbandingan.
Makna unsur-unsur dalam peribahsa biasanya cukup jelas dan saling memiliki keterkaitan. Sebagai contoh, peribahasa "Ada gula ada semut". Semua paham bahwa gula itu kesukaan semut, semut akan selalu merubungi gula.
Jadi, melalui peribahasa itu, dapat dikatakan bahwa orang akan mengerubungi sesuatu yang disukainya. Sebagai referensi, berikut ini contoh peribahasa yang sering dijumpai.
Ada asap ada api, artinya segala akibat pasti ada sebabnya.
Ada air ada ikan, artinya di mana orang tinggal pasti akan ada rezekinya.
Ada udang dibalik batu, artinya ada maksud tertentu.
Adat penghulu berpadang luas beralam lapang, artinya menjadi pemimpin haruslah sabar.
Air beriak tanda tak dalam, artinya orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu.
Air mata jatuh ke perut, artinya sangat bersedih hati tetapi ditahan atau disimpan saja.
Asal ada kecil pun pada, artinya lebih baik dapat sedikit daripada tidak sama sekali.
Bagai air di daun talas, artinnya orang yang tidak mempunyai pendirian.
Bagai bulan kesiangan, artinya paras muka yang pucat karena sakit.
Bagai katak dalam tempurung, artinya seseorang yang kurang luas wawasannya, bodoh, picik pengetahuannya.
Bagai pinang dibelah dua, artinya sama atau serupa benar.
Baca Juga: Pengertian, Contoh Peribahasa, dan Lawan Kata Harmoni
Demikian pengertian peribahasa dalam bahasa Indonesia dan beberapa contohnya. Semoga dapat menjadikan pengetahuan. (ARD)
