Pengertian Pleonasme dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pleonasme adalah salah satu jenis majas yang ada di dalam bahasa Indonesia. Dalam percakapan sehari-hari, banyak orang sering menggunakan kalimat tanpa menyadari struktur di dalamnya. Salah satu fenomena yang cukup menarik dalam bahasa adalah pleonasme.
Pleonasme menjadi buksi bahwa bahasa Indonesia memang sangat kaya. Bukan hanya dari kosakatanya, tapi juga dari struktur, elemen pembangun, dan berbagai jenis majas yang ada.
Pleonasme adalah Majas untuk Kalimat yang Berlebihan
Pleonasme berasal dari bahasa Yunani pleonasmus yang berarti lebih. Maksudnya adalah adanya penggunaan kata-kata tambahan yang sebenarnya tidak menambahkan informasi penting kepada kalimat.
Dalam konteks bahasa Indonesia, pleonasme biasanya terjadi ketika dua kata atau lebih yang digunakan bersamaan memiliki makna yang serupa. Padahal sebenarnya satu kata saja sudah cukup untuk mengungkapkan maksud tersebut.
Berdasarkan buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia, Nur Indah Sholikhati, (2019), pengertian pleonasme adalah penggunaan kata-kata yang tidak perlu dalam mengulangi arti atau informasi yang sama, sehingga terjadi pengulangan yang redundant atau berlebihan.
Walaupun terdengar tidak efisien, pleonasme seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari. Fungsinya adalah untuk memberikan penekanan atau hanya sebagai kebiasaan berbicara.
Agar lebih mudah untuk dipahami, berikut adalah beberapa contoh majas pleonasme:
Naik ke atas - Kata "naik" sudah mengimplikasikan arah ke atas, jadi penggunaan "ke atas" sebenarnya redundan.
Turun ke bawah - Serupa dengan "naik ke atas", kata "turun" sudah cukup untuk menunjukkan arah ke bawah.
Hulubalang perang - Kata "hulubalang" sudah berarti pemimpin atau komandan dalam konteks perang, sehingga tambahan kata "perang" menjadi tidak perlu.
Tunas baru yang muda - "Tunas baru" sudah mengimplikasikan sesuatu yang muda dan baru, sehingga kata "muda" menjadi berlebihan.
Hasil akhir - Kata "akhir" menandakan suatu konklusi atau penyelesaian, sehingga kata "hasil" sebenarnya sudah mencakup makna yang sama.
Ramalan masa depan - "Ramalan" selalu mengacu pada sesuatu yang akan terjadi di masa depan, jadi frasa "masa depan" tidak perlu ditambahkan.
Mengulangi lagi - Kata "mengulangi" sudah berarti melakukan sesuatu untuk kali yang lain, tambahan "lagi" menjadi redundan.
Baca Juga: Pengertian Majas Personifikasi, Ciri-Ciri, dan Contohnya
Pleonasme adalah majas yang sering dianggap sebagai kesalahan gaya bahasa karena menjadikan kalimat kurang efisien dan bertele-tele. Tapi, dalam beberapa kasus, pleonasme digunakan untuk memberikan efek tertentu seperti penekanan atau ekspresi emosional. (DNR)
