Konten dari Pengguna

Pengertian Pupujian Bahasa Sunda, Contoh, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pupujian Sunda. (Foto: Ri_Ya by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pupujian Sunda. (Foto: Ri_Ya by https://pixabay.com)

Tahukah kamu bahwa pupujian merupakan cermin kearifan masyarakat Sunda? Dikutip dari buku Pembangunan Komuniti di Malaysia dan Indonesia yang ditulis oleh Zakiyah Jamaluddin (2014: 200), lantunan pupujian seringkali didengar dalam seni suara. Kalimat pupujian mempunyai semangat yang benar dan menunjukkan orang Sunda memiliki semangat egalitarianisme dalam berinteraksi dengan masyarakat. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian pupujian Bahasa Sunda yang lengkap.

Pengertian pupujian adalah lantunan berupa lagu yang isinya berupa pepatah atau pepeling atau ajakan sholat untuk berbuat baik lainnya yang biasanya dilantunkan setelah adzan. Biasanya pupujian Bahasa Sunda paling sering dinyanyikan oleh para santri sebelum shalat Ashar, Magrib, atau Isya.

Pengertian Pupujian dalam Bahasa Sunda

Ilustrasi Pupujian Sunda. (Foto: Ri_Ya by https://pixabay.com)

Ketika mengaji di masjid, surau atau lainnya, kita pasti seringkali mendengar pupujian Sunda. Agar lebih paham, berikut contoh kumpulan pupujian Bahasa Sunda yang lengkap:

1. Pupujian Eling-eling Umat

Eling-eling umat (kesadaran rakyat)

Muslimin muslimat (muslimin muslimat)

Hayu urang berjama'ah shalat maghrib (Yuk sholat Maghrib berjamaah)

estu kawajiban (benar-benar kewajiban)

urang keur hirup di dunya (kita hidup di dunia)

kanggo pibeukeuleun (untuk mempertajam)

Urang jaga di akherat (kita jaga akhirat)

dua puluh tujuh (dua puluh tujuh)

ganjaran nu berjama'ah (pahala Jemaah)

lamun sorangan (jika sendirian)

hiji ge mun bener fatihah (ge untuk benar-benar fatihah)

2. Pupujian Nabi urang Sadayana

Nabi urang sarerea (Nabi semuanya)

Kayang Nabi anu mulya (Hasrat Nabi itu mulia)

Muhammad jenengannana (Muhammad namanya)

Arab kures nya bangsana (Arab adalah bangsanya)

Ramana Sayid Abdullol (Ramana Sayid Abdulloh)

Ibuna Siti Aminah (Ibu Siti Aminah)

Dibabarkeub di Mekah (Lahir di Mekkah)

Wengi senen tauh gajah (Senin malam adalah seorang gajah)

Medal Nabi akhir zaman (Medali Nabi akhir zaman)

Pisan-pisan ka anehan (sangat aneh)

Sesembahan bangsa setan (Dewa ras iblis)

Kabeh pada raruksakan (semuanya hancur)

Ari bilangan taunna (Ari adalah jumlah tahun)

Lima ratus cariosna (Lima ratus cerita)

Tujuh puluh panambahna (Tujuh puluh tambahan)

Sareng sahiji punjulna. (dan dari atasan)

Semoga bermanfaat! (CHL)