Konten dari Pengguna

Pengertian Purwaka dan Penjelasan Struktur Pidato Bahasa Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Purwaka dan Penjelasan Struktur Pidato Bahasa Jawa. Sumber: pixabay.com/Mohamed Hassan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Purwaka dan Penjelasan Struktur Pidato Bahasa Jawa. Sumber: pixabay.com/Mohamed Hassan

Pengertian purwaka yaiku kegiatan berkomunikasi di hadapan khalayak ramai yang bertujuan untuk menyampaikan sebuah gagasan. Dalam pidato terdapat unsur-unsur pembentuk pidato yang harus diperhatikan dalam penyusunannya, yaitu pembuka/pendahuluan, isi, dan penutup.

Pembuka atau pendahuluan biasanya berisi salam untuk menyapa para hadirin, sapaan untuk menghormati orang-orang penting yang hadir dalam acara, dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut buku Gladhi Basa Jawa Kelas VI untuk SD/MI oleh Dhita Puspitasari Sukendro dan Triana Wahyu Susanti (2015: 85), dalam pidato bahasa Jawa, pendahuluan juga terdiri dari tiga unsur, yaitu Salam Pambuka (salam pembuka) sebagai salam hormat untuk para tamu, Panyapa (Sapaan) yaitu menyebut tamu-tamu penting yang hadir dalam acara sebagai bentuk penghormatan, dan Purwaka (Pambuka), yaitu ucapan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ucapan terima kasih kepada para hadirin.

Dapat kita lihat bahwa pada dasarnya isi pendahuluan dalam pidato bahasa Jawa dan bahasa Indonesia itu sama.

Contoh:

  1. Salam Pambuka: Para pinisepuh ingkang kinurmatan atau sederek, sedhoyo ingkang kula hormati.

  2. Panyapa: Bapak Kepala Desa ingkang kula hormati.

  3. Purwaka: Ngaturaken puji syukur dumateng Gusti Allah Ingkang Mulyo.

Ilustrasi Pengertian Purwaka dan Penjelasan Struktur Pidato Bahasa Jawa. Sumber: unsplash.com/Kane Reinholdtsen

Struktur Pidato Bahasa Jawa

Masih bersumber dari buku yang sama, struktur pidato dalam bahasa Jawa antara lain:

  1. Surasa Basa (Isi): Isi dari pidato. Misalnya jika pidato membahas mengenai pentingnya berwirausaha, maka isi pidato adalah manfaat dan kelebihan menjadi wirausaha dan alasan orang harus berwirausaha.

  2. Wigatine (Kesimpulan): Kesimpulan dalam pidato setelah menyampaikan pembahasan. Bisa dengan memberikan motivasi kepada para hadirin. Contoh: dalam pidato tentang wirausaha, maka diberikan motivasi untuk mendorong semangat para hadirin untuk berwirausaha.

  3. Pangarep-arep (Harapan): Harapan yang disampaikan kepada para hadirin. Contoh: Menyampaikan harapan kaum muda semakin banyak yang memulai wirausaha.

  4. Wusana (Penutup): Memohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam menyampaikan pidato.

  5. Salam Penutup: Salam yang mengakhiri pidato, salam pentup untuk para hadirin.

Baca juga: Contoh Pidato Bahasa Jawa tentang Pendidikan Singkat

Ilustrasi Pengertian Purwaka dan Penjelasan Struktur Pidato Bahasa Jawa. Sumber: pexels.com/Matheus Bertelli

Itulah penjelasan mengenai pengertian purwaka dan penjelasan struktur dan unsur-unsur pidato bahasa Jawa. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai pidato bahasa Jawa. (IND)