Konten dari Pengguna

Pengertian Reverb dan Jenis-jenisnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi reverb. Sumber: www.unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi reverb. Sumber: www.unsplash.com.

Reverb adalah salah satu jenis efek musik atau audio. Reverb digunakan untuk menghasikan efek distorsi audio yang menarik. Seperti efek musik lainnya, reverb digunakan untuk mendramatisir audio agar sesuai dengan keinginan.

Istilah reverb dijumpai dalam digital audio editor. Namun jika belajar musik, reverb juga diperkenalkan sebagai bagian dari peningkatan kreativitas dan kemampuan.

Baca juga: Cara Menambah Efek Bass Speaker, Ikuti Tipda Mudahnya di Sini

Reverb adalah Salah Satu Jenis Efek Musik atau Audio

Pengertian Reverb adalah efek suara gaung atau gema untuk memberikan kesan bahwa permainan dilakukan di sebuah ruangan yang besar, luas dan tertutup. Misalnya agar memiliki efek seperti di gedung konser.

Dalam modul TPAV: Teknik Pengolahan Audio Video (2021) yang disusun oleh Lutfatul Kholifah disebutkan bahwa efek reverb digunakan untuk memberikan sebaran suara secara tidak langsung sehingga ruang dengarnya tidak begitu kosong.

Reverb merupakan bagian dari efek delays. Dalam efek delays atau efek pantul, semua audio disimpan dalam memori perangkat digital editing untuk nantinya dimainkan kembali. Waktu tunda yang terjadi adalah antara ketika audio disimpan hingga dimainkan kembali seperti layaknya suara yang memantul.

Kombinasi antara efek reverb dan delay harus diatur sedemikian rupa. Jika pengaturan reverb terlalu tinggi, maka suara yang terdengar akan seperti di dalam air.

Jenis-jenis Reverb

Ilustrasi reverb. Sumber: www.unsplash.com.

Masih berdasarkan modul di atas, ada 3 jenis efek reverb, yaitu:

  1. Quick Reverb. Quick reverb memungkinkan editor menambahkan gema pada audio untuk menstimulasi ruang akustik yang berbeda. Quick reverb dapat diubah lebih cepat dan efektif dibandingkan efek lain dalam lingkungan multitrack real-time tanpa perlu mengunci efek untuk keperluan pelacakan.

  2. Reverb Standar, yaitu efek yang digunakan untuk menstimulasi ruang akustik yang terdiri dari refleksi awal dan gema. Efek reverb berbeda dengan efek echo karena penundaan atau delay tidak diulang.

  3. Full Reverb, juga digunakan untuk menstimulasi ruang akustik. Full reverb membutuhkan lebih banyak tenaga untuk menjalankan perintah sehingga meningkatkan beban pengolahan data pada sistem yang digunakan. Full reverb berbasis konvolusi – impuls, yang berarti tidak ada dering metalik atau hal-hal lain yang terdengar buatan, meski tetap bisa mencapai resonansi spesifik.

Reverb adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas audio. Efek reverb juga bisa digunakan untuk merekayasa suara sesuai dengan tujuan, antara lain untuk mengiringi video. Macam-macam efek editing untuk musik atau audio cukup banyak dan sangat menarik untuk dipelajari. (LUS)