Pengertian, Sejarah, dan Ciri-Ciri Demokrasi Liberal

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan pengertian demokrasi liberal! Secara sederhana, demokrasi liberal adalah sitem politik atau pemerintahan yang pemimpinnya dipilih oleh rakyat.
Dalam demokrasi liberal, hak-hak dasar individu diakui oleh pemerintah. Demokrasi liberal juga mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi yang mencakup partisipasi rakyat,
Jelaskan Pengertian Demokrasi Liberal!
Jawaban atas pertanyaan jelaskan pengertian demokrasi liberal bisa dikutip dari buku Bahan Pembelajaran Sejarah Nasional Indonesia VI, Syarifuddin (2016). Pengertian demokrasi liberal adalah sistem politik yang menganut kebebasan individu.
Demokrasi liberal adalah sebuah sistem politik yang memiliki banyak partai, di mana kekuasaan politik dipegang oleh politisi sipil yang berpusat di parlemen.
Konsep demokrasi liberal ini merupakan model di mana badan legislatif memiliki posisi yang lebih tinggi daripada badan eksekutif. Perdana menteri memimpin sebagai kepala pemerintahan atau kepala negara dalam demokrasi parlementer dipegang oleh seorang presiden.
Sejarah demokrasi liberal dimulai dari doktrin filosofis tertentu dan perkembangan konstitusional, yang muncul terutama di Inggris dan Amerika Serikat.
Kata liberal sendiri merujuk pada seperangkat doktrin filosofis yang menekankan kesetaraan manusia yang dikembangkan pada periode modern awal, sekitar abad ke-17.
Di Indonesia demokrasi liberal dimulai pada Pemilu 1955. Sebanyak 172 partai politik turut serta. Namun, hanya 4 partai yang berhasil meraih suara terbanyak yakni Partai Nasional Indonesia (PNI), Masyumi, Nahdlatul Ulama (NU), dan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Mengutip buku Cakap Berdemokrasi ala Generasi Milenial: Buku Pengayaan Materi Pelajaran PKN, Yayuk Nuryanto (2018), ciri-ciri dari demokrasi liberal adalah sebagai berikut:
Menganut paham demokrasi dalam sistem pemerintahannya dan dituangkan dalam konstitusinya.
Memiliki perwakilan dari rakyat dan sekaligus membatasi kekuatan penguasa.
Kekuasaan tidak terkonsentrasi pada satu titik, sehingga membuat proses pengambilan keputusan lebih lambat.
Keputusan didasarkan pada suara mayoritas.
Kekuatan atau kekuasaan terhadap negara terfokus pada parlemen.
Ada sistem voting dalam pengambilan keputusan.
Pergantian kepemimpinan atau perwakilan dalam sistem demokrasi liberal dipilih oleh rakyat.
Setiap individu memiliki kebebasan untuk memeluk agama atau kepercayaan.
Baca Juga: Pengertian Demokrasi dan Prinsip-prinsipnya
Itulah uraian jawaban untuk pertanyaan jelaskan pengertian demokrasi liberal. Sikap demokrasi ini memang menjadi solusi bagi masyarakat dengan berbagai latar belakang seperti di Indonesia. (ARD)
